KUALATUNGKAL - Setiap moment menjadi hari terpenting untuk diperingati atau dirayakan baik secara personal mau kelembagaan, seperti halnya Kementerian Agama RI baru saja Jum'at (3/1) lalu merayakan dan memperingati hari jadinya ke 74 tahun ini, untuk moment tersebut Kantor Kementerian Agama Tanjungjabung Barat telah melaksanakan upacara bendera dan sejumlah kegiatan dalam rangka ini. Bupati Tanjungjabung Barat Dr. H

Safrial MS yang diundang hadir dan menjadi inspektur upacara peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama terlihat juga menyematkan bintang jasa tanda penghargaan terhadap 6 orang ASN dilingkup Kementerian Agama Tanjungjabung Barat.

Dari 6 orang penerima Tanda Jasa atau Piagam Tanda Kehormatan berupa Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI yang pagi itu berkesempatan disematkan langsung oleh Bupati Dr. Ir H Safrial MS yang didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Tanjungjabung Barat Drs. Hasbi M. Pdi, salah satunya adalah Drs. H Margawis M. Fil.I yang telah berdedikasi selaku Aparatur Sipil Negera (ASN) dengan masa pengabdian kepada bangsa dan negara selama dua dasawarsa. Jabatan saat ini selaku Kepala Seksi Bimas Islam.

Atas anugerah yang diterima berupa Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya tersebut Drs. H Margawis mengaku bersyukur pada Allah SWT dan tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Agama RI yang mengusulkan dirinya untuk mendapatkan anugerah tersebut dari negara. Sehingga terkait hal ini Halo Jambi News sengaja mewawancarai pria kelahiran Indragiri Hilir, Riau ini guna meminta tanggapannya tentang makna tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya baginya." Menurut saya tugas dan tanggungjawab kerja profesional yang dilaksanakan selaku ASN adalah didedikasikan yang dibhaktikan untuk bangsa dan negara serta agama, semoga menjadi nilai ibadah jika kita ikhlas hanya karena Allah, saya mengucapkan puji syukur pada Allah atas anugerahNya ini,"ucap Margawis.

Sesuai Surat Keputusan Presiden Nomor 40/TK/Tahun 2019 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya yang ditetapkan di Jakarta 11 Juni 2019 atas Drs. H Margawis M.Fil.I dinyatakan sah dan berhak menjadi penerima Tanda kehormatan dari negara." Ada atau tidak tanda jasa yang diterima selaku ASN kita tetap harus melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai amanah yang diemban, karena dedikasi dan pengabdian pada bangsa dan negara tidak diukur melalui selembar dokumen saja, namun yang terpenting adalah profesionalisme dan ketulusan dalam pengabdian yang diberikan tidak karena tanda jasa,"ungkapnya dengan nada filosofis.

Menurut lelaki alumni UIN Jambi ini dirinya akan terus menyumbangkan tenaga dan pikirannya pada instansi yang telah 20 tahun menjadi "rumah" dalam hidupnya tempatnya mendapatkan pengalaman berharga hingga saat ini sampai kelak purna tugas selaku ASN. (ifa)