Sungai Penuh - Jelang pilwako Sungai Penuh, tensi politik di Sungai Penuh semakin memanas. Tokoh masyarakat sudah mulai angkat suara soal isu politik yang tengah berkembang ditengah masyarakat. Salah satu isu yang paling hangat saat ini adalah, isu dinasti politik yang hendak dibangun Asafri Jaya Bakhri (AJB). Pasalnya, AJB yang merupakan Wali Kota Sungai Penuh Sungai penuh saat ini mengusung putra kandungnya untuk melanjutkan tahta kepemimpinan. Fenomena ini membuat banyak kalangan masyarakat Sungai Penuh gelisah. 

Menyikapi isu ini, salah satu tokoh Sungai Penuh dr. Ferdi kepada media ini mengatakan bahwa apa yang dilakukan AJB di Sungai Penuh sah sah saja dalam era demokrasi sekarang. Namun, menurutnya ini bukan sekedar soal demokrasi. Ini lebih pada tujuan kekuasaan untuk mensejahterakan rakyat.

" Sikap politik AJB sah-sah saja kalau dikaitkan dengan zaman demokrasi sekarang. Namun, ini bukan sekedar soal demokrasi. Kita harus melihat tujuan dari kekuasaan itu sendiri, yakni mewujudkan kesejahteraa rakyat," ungakap Ferdi

Lebih lajut dr. Ferdi mengatakan bahwa, keinginan AJB untuk mengusung anak kandungnya sebagai Wali Kota Sungai Penuh, harus dilihat dari sudut pandang kompentensi sang anak. 

" AJB harus lihat kompetensi sang anak donk. Apakah sang anak sudah mampu untuk memimpin Kota Sungai Penuh atau belum ? Jadi, tidak bisa semata-mata hanya dengan alasan anak kandung, kemudian kita memaksakan kehendaknya. Beliau kan seorang profesor, seharusnya cara berfikir beliau harus lebih maju. Apalagi saat ini sangat banyak tokoh Sungai Penuh yang jauh lebih layak untuk memimpin Sungai Penuh,". Ungkap Ferdi.

Terakhir dr. Ferdi berpesan kepada masyarakat Sungai Penuh untuk bijak dalam memilih pemimpin. Menurutnya AJB diduga kuat akan membangun dinasti politik selama setangah abad atau 50 tahun. 

" Saya menghimbau kepada masyarakat, untuk bijak dalam menentukan pemimpin. AJB sudah 10 tahun memimpin kita, dan hasilnya kita rasakan bersama saat ini. Sekarang mau dilanjutkan lagi oleh anaknya, bisa jadi 10 tahun lagi, setelah itu dilanjutkan lagi oleh anak kandung AJB yang sekarang duduk di DPRD Prov. Jambi, dan 10 tahun lagi. Sudah 30 tahun mereka memimpin kita. Setelah itu entah siapa lagi dari keluarganya, begitu seterusnya. Saya menduga, kalau kita biarkan maka kuat dugaan "dinasti AJB" akan berkuasa selama 50 tahun. Ini harus menjadi renungan kita bersama," tutup dr. Ferdi. (*)