Batanghari - Danau Ugo yang terletak di Desa Aur Gading Kecamatan Batin XXIV, adalah sebuah danau alam yang masih alami. Danau berukuran luas lebih kurang 50 hektar ini, dikelilingi dengan rindangnya berbagai macam jenis pohon menambah asri alam anugrah Illahi ini. Konon, dari cerita orang tua-tua di sana, Danau Ugo adalah tempat permandian para bidadari yang turun dari khayangan sambil bercanda ria dengan ribuan ikan yang hidup dalam danau tersebut.

Situasi perkampungan Desa Aur Gading saat ini, belum terkontaminasi dengan arus pembangunan milenial. Masyarakat masih hidup tinggal di rumah-rumah berciri khas Jambi yaitu rumah panggung. Malahan rumah-rumah tua yang berusia ratusan tahun, masih terawat dengan baik.

Kalau kita berkunjung ke Desa Aur Gading, akan disambut dengan Jembatan Gantung unik yang membelah Sungai Tembesi. Ketika melewati jembatan ini, akan kita rasakan sedikit gamang karena jembatan ini bergoyang-goyang. Namun di sinilah letak kenikmatan yang luar biasa dan tidak bisa dirasakan di tempat lain.

Senyum Sapa dari masyarakat yang rata-rata menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian, seperti kebun karet, akan menyambut kedatangan kita. Luar biasa.

Namun, selama ini, potensi wisata yang ada di Danau Ugo maupun kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh akan budaya ini, belum tergali sama sekali. Padahal, Danau Ugo adalah potensi Wisata yang sangat menjanjikan sekali dan dapat menjadi pemasukan yang sangat signifikan apabila dikelola dengan tangan-tangan profesional yang notabenenya adalah masyarakat Aur Gading sendiri, baik itu tenaga dari pemerintahan desa bergabung dengan masyarakat yang terdiri dari tuo-tuo tengganai, Ninik mamak serta kaum muda. Padahal, Danau Ugo dan Desa Aur Gading, sudah memiliki tujuh unsur dalam Sapta Pesona Pariwisata, yaitu Indah, masyarakat yang ramah, suasana yang tertib, bersih, udaranya sejuk, aman serta mampu menciptakan kenangan indah bagi yang berkunjung ke sana.

Menurut Pemandu Wisata Senior Provinsi Jambi, yang sudah berhasil menjadikan desanya sendiri menjadi destinasi wisata Internasional dan mendatangkan income besar bagi kesejahteraan masyarakatnya, yaitu Desa Lempur Kabupaten Kerinci, Guntur, potensi wisata di Danau Ugo maupun kearifan lokal masyarakat serta budaya Desa Aur Gading, sangatlah amazing.

" Danau Ugo, ibarat Mutiara yang berada dalam pelukan bidadari yang sedang tertidur. Siapa yang akan membangunkan bidadari tersebut, tak lain tak bukan adalah masyarakat Aur Gading sendiri. Kalau sudah bisa membangunkan bidadari tersebut, maka mutiara tersebut akan dapat diraih. Maksudnya, yang akan mengangkat potensi Danau Ugo serta menjual kearifan lokal serta budaya Desa Aur Gading, adalah masyarakat itu sendiri.' kata Guntur kepada Halojambinews.

Potensi wisata Danau Ugo, bisa menjadi magnetisme ataupun magnet yang mampu menyerap pemasukan serta pendapatan bagi masyarakatnya. Potensi inilah yang sangat dicari pangsa pasar pariwisata.

" Kalau dikelola dengan baik dan profesional, maka Danau Ugo serta Desa Aur Gading akan menjadi magnet pendapatan. Wisatawan lokal atau manca negara akan datang menikmati nuansa pariwisata alam alami di sana.Mereka bisa camping ground di pinggir danau, menjajaki track yang dikelilingi sejuknya perkebunan karet alami, sambil mempelajari bagaimana cara menyadap karet, tinggal di rumah-rumah tua dengan kondisi budaya yang sangat kental yang nantinya disulap menjadi home stay. Di samping itu, di Danau Ugo, nantinya bisa dijadikan tempat berbagai event air, seperti lomba dayung perahu maupun lomba kano." terang Guntur lagi.

Karena jalur akses ke Desa Aur Gading melalui Desa Simpang Aur Gading yang tidak bisa dilalui angkutan roda empat di jembatan gantung, nantinya bisa bekerjasama dengan Pemdes Simpang Aur Gading, dalam hal pengelolaan parkir. Di sinilah bakal terjalin kerjasama yang sangat menjanjikan dan menjadi pemasukan bagi dua desa bersaudara tersebut.

" Kerjasama dua desa ini, sangatlah penting dan saling menunjang. Wisatawan yang datang dengan kendaraan baik roda empat maupun dua,.akan merasa nyaman dengan pengelolaan parkir yang tepat. Untuk wisatawan menuju Danau Ugo, akan diantar oleh tenaga ojek yang mendapat pelatihan secara baik." sambungnya.

Dirinya sebagai pemandu wisata yang sudah 40 empat puluh tahun berkutat memperjuangkan pariwisata Provinsi Jambi, khusus untuk Danau Ugo, akan siap bekerjasama dengan Pemdes Aur Gading serta masyarakat, untuk membangunkan bidadari tertidur tersebut serta menggenggam erat mutiara tersebut demi menuju destinasi wisata bertaraf nasional.

Sementara itu Pejabat Kades Aur Gading, Habibullah, demi memajukan pariwisata Desa Aur Gading dan Danau Ugo, akan melakukan studi banding ke Desa Lempur Kabupaten Kerinci, bagaimana dapat mengelola pariwisata desanya seperti keberhasilan Desa Lempur yang mampu mendatangkan pemasukan jutaan rupiah setiap harinya dari berbagai sektor.

" Ini bukan hanya retorika. Kami akan studi banding ke Lempur. Bagaimana ke depannya mampu mengembangkan Desa Aur Gading menjadi Desa Wisata yang baik yang dikelola oleh tenaga-tenaga profesional termasuk pemandu wisata yang notabenenya merupakan tenaga dari masyarakat Aur Gading sendiri." tandas Habibullah. (Fri)