Kota Jambi - Senin (9/3) Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Jambi melaksanakan sidang paripurna bersama Pemkot Jambi dalam penyampaian Ranperda Kota Jambi, di ruang Swarna Bumi Gedung DPRD Kota Jambi. 

Paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Jambi, Absor Hasibuan didampingi Pangeran HK Simanjuntak dan RR Nully Kurniasih Kawuri selaku wakil ketua DPRD Kota Jambi.Sidang paripurna ini turut dihadiri oleh Wali Kota Jambi, Syarif Fasha serta sejumlah kepala OPD lingkungan Pemkot Jambi, camat dan lurah se Kota Jambi serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Putra Abshor selaku Ketua DPRD Kota Jambi menjelaskan bahwa di awal tahun 2019 Pemkot Jambi telah membuat kebijakan yang peduli lingkungan untuk mengurangi dampak meluasnya sampah plastik di wilayah perkotaan.

Selain itu, di Kota Jambi juga dilarang untuk menyediakan kantong plastik, bagi konsumen diminta untuk membawa kantong belanja dari rumah, guna pembatasan sampah plastik. Aturan tersebut juga diatur dalam Perwal Jambi nomor 61 tahun 2019 tentang pembatasan penggunaan kantong belanja plastik.

Ketua DPRD Kota Jambi Putra Abshor mengimbau kepada seluruh masyarakat kota Jambi untuk bersama-sama mendukung Pemkot Jambi dalam peduli sampah, agar tercipta lingkungan yang bersih dan terhindar dari penyakit. "Mari kita mulai membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang bahaya sampah dan berkomitmen menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Pada sidang paripurna tersebut Wali Kota Jambi, Syarif Fasha menyampaikan usulan tiga ranperda seperti, Ranperda tentang penyelenggaraan kepemudaan dan keolahragaan, Ranperda tentang kerjasama daerah dan Ranperda tentang rumah susun

Kami telah menyampaikan ketiga ranperda tersebut tinggal nantinya dibahas di tingkat pansus yang dimana dengan mekanisme yang ada,” jelas Fasha

Ia juga menyampaikan terkait dengan pemuda olahraga untuk mengatur regulasi bagaimana menempatkan pemuda ini sebagai salah satu perubahan ke depan.

“Nanti kita menyiapkan generasi yang bebas narkoba bebas hal-hal yang tidak baik hati tentunya dengan hal-hal yang positif seperti apa mungkin memperbanyak kegiatan-kegiatan yang bersifat kepemudaan pelatihan-pelatihan dan lain sebagainya sehingga memberikan mereka motivasi untuk melakukan hal-hal yang terbaik,” katanya.

Walikota juga menjelaskan mengenai Rumah susun untuk mengantisipasi penumpukan. Karena luas Kota Jambi sangat kecil sekali hanya kurang sekitar 16.900 hektare yang dihuni dengan tingkat kepadatan penduduk lebih kurang 3,7 juta per km2.

"Ini kalau tidak diantisipasi maka dikhawatirkan 5 – 10 tahun ke depan akan ada penumpukan pemukiman di Kota Jambi dan akan berbahaya bagi lingkungan sanitasi dan lain sebagainya,” harapnya. (*)