KUALATUNGKAL-Ramai diperbincangkan orang diberbagai media sosial setelah diresmikannya Destinasi Ekowisata Hutan Mangrove Pangkal Babu oleh Bupati Tanjungjabung Barat Selasa (31/12) dipenghujung tahun 2019 lalu, tentang keberadaan "makhluk gaib" yang disebut-sebut sebagai "penghuni" kawasan hutan bakau di wilayah ini.

Isu yang beredar tersebut berhembus cepat bagai angin yang bertiup sehingga menjadi bahan perbincangan hangat masyarakat di Kualatungkal saat ini. Untuk itu Halo Jambi News sengaja mengkonfirmasi tentang "hoax" yang tengah berkembang ini kepada Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanjungjabung Barat Otto Riadi Senin (6/1) dimana instansinya selaku pengelolah lokasi Ekowisata Hutan Mangrove Tanjungjabung Barat berkepentingan menanggapi masalah "sensitif" yang dapat mempengaruhi tingkat kunjungan wisata masyarakat ke Pangkal Babu." Ada baiknya kita berserah diri kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, hal-hal berkaitan mistis diluar kewenangan kita, namun menyangkut sinergi antara dunia nyata dan spiritual, kami sebelumnya sudah melakukan pendekatan dengan pemuka adat dan pemuka agama setempat, sehingga dalam penyelenggaraan kegiatan di sini kita mengikuti adat istiadat masyarakat Pangkal Babu dan dalam penyelenggaraan Destinasi Ekowisata Pangkal Babu kita selalu mengkoordinasikan dengan penduduk setempat, warga Pangkal Babu dan Pemuka Agama, sehingga hal-hal semacam itu bisa terabaikan dengan sendirinya," ungkap Otto.

Destinasi Ekowisata Hutan Mangrove Pangkal Babu menurut Otto diharapkan menjadi objek wisata pesisir yang mampu menarik banyak pengunjung sebagai destinasi unggulan Kabupaten Tanjungjabung Barat." Banyak sudah yang kita lakukan dalam rangka mengembangkan Kawasan Pangkal Babu sebagai destinasi unggulan daerah untuk itu kita meminta dukungan semua lapisan masyarakat sehingga kampung kita ini Tanjungjabung Barat bisa berkembang lebih maju disektor kepariwisataannya," sebutnya.

Menutup keterangannya Otto mengatakan pihaknya akan terus berupaya semaksimalnya dalam menyempurnakan infrastruktur pendukung dari sektor transportasi yang memberikan kemudahan wisatawan berkunjung ke Pangkal Babu." Adapun yang menjadi magnet ekowisata tematik Pangkal Babu itu merupakan kawasan mangrove yang dikembangkan adalah perlu diikuti perbaikan infrastruktur jalan menuju Pangkal Babu penghubung ke Parit 9, pengerasan jalan akan dilakukan tahun 2020 ini. Sehingga Disparpora akan kembali mengajukan anggaran untuk tahun 2021 kawasan mangrove kita akan selesai pengembangannya dengan nanti akan ditingkatkan pengembangannya kedepan menjadi kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Terpadu Kabupaten Tanjungjabung Barat," ujar Kadis Parpora dengan nada penuh bersemangat.

Namun terkait "Penghuni Gaib" Pangkal Babu, Halo Jambi beberapa waktu lalu pernah mendapat "cerita" dari salah satu sesepuh masyarakat Pangkal Babu yaitu Pak Ahmadi mengungkapkan selaku "orang lama" di Pangkal Babu yang membuka hutan daerah ini menjadi kawasan pemukiman dahulunya pernah bertemu dengan kejadian-kejadian mistis sehingga menurut Pak Ahmadi dirinya berkesimpulan Pangkal Babu pernah menjadi pusat kerajaan gaib, seiring dengan bertumbuhnya wilayah ini menjadi lokasi pemukiman masyarakat kemungkinan telah ada "perpindahan"ke tempat lain" lokasi kerajaan dari dunia mistis tersebut. (ifa)