Jambi - Ujian on line Proposal Thesis mahasiswa prodi Magister Kenotariatan Unja berjalan lancar dan sukses, ujian yang berlangsung sekitar 90 menit dihadiri oleh 6 (enam) orang pembahas ujian dari 7 (tujuh) orang pembahas, pembimbing kedua saat ujian berada di Padang.dan 1 (satu) orang berhalangan, dikarenakan lampu mati di rumah ibu Hartarti sehingga tidak ada sinjal yang bisa connecting ke zoom meeting sebagai sarana ujian on line Senin 23 Maret 2020.

Sekalipun ini merupakan ujian proposal perdana thesis on line, tapi suasana rileks dan tidak menegangkan sebagaimana pada ujian tatap muka manual yang selama ini dilakukan terasa mewarnai ujian proposal tersebut. 

Beni Kriswardana selaku mahasiswa yang diuji mengangkat thema tentang Perlindungan Perjanjian Pengikatan Jual beli (PPJB) perbandingan dengan Transaksi Akta Jual beli (AJB). Dari beberapa pertayaan tim pembahas, ditemui beberapa hal perbaikan yang perlu di sempurnakan, karena proposal ini mengangkat putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 70/Pdt.G/e-court/2019/PN. Pada Prinsipnya proposal dapat dilanjutkan menjadi thesis.

Berdasarkan pembahasan proposal, maka penyempurnaan proposal terkait thema yang dipilih karena kewenngan PPJB ada pada Notaris sedangkan kewenangan Akta Jual beli ada pada PPAT,sehingga perlu ada kejelasan bagaimana pertimbangan hakim dalam memberikan putusan terhadap 2 (dua) objek tanah yang sama dengan adanya 2 (dua) akta jual beli dengan orang yang berbeda, artinya bagaimana hakim memberikan pertimbangan hukum tehadap subjek tanah tersebut. 

Prof. Dr. Elita Rahmi, SH.,M.Hum selaku ketua Prodi merasa bangga dengan terlaksananya ujian proposal yang telah discedul jauh sebelum corona merambah, sehingga mahasiswa tidak boleh dirugikan akibat corona, apalagi mahasiswa yang ujian ini Benny Kriswardana adalah hakim baru yang ditugaskan di Pengadilan Bandung, sehingga harus dapat menyelesaikan tugasnya pada semester Genap ini, karena sudah tahun keempat.

"Sungguh Corona merupakan barokah lain bagi prodi Magister Kenotariatan Unja, sehingga ujian proposal on line sebagai alternatif pilihan mahasiswa, saat corona plus di masa yang akan datang akan semakin disempurnakan, agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan tidak terhalang corona," ujarnya singkat. (*/uya)