Home / Mata Jambi / 132 Kulit Biawak Air Illegal Diamankan BKIPM Jambi

132 Kulit Biawak Air Illegal Diamankan BKIPM Jambi

Jambi, halojambi.id – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi menggagalkan pengiriman kulit biawak air illegal sebanyak 132 kulit yang akan dikirimkan melalui bandara Sultan Thaha Jambi.

Kepala BKIPM Jambi, Ade Samsudin mengatakan Kulit biawak air diamankan karena tidak dilengkapi dengan dokumen resmi dengan jasa pengiriman TIKI atas nama Agus, Jambi (identitas, alamat dan no kontak tidak lengkap) dengan tujuan Karawang.

” total kulit biawak air ada 132 lembar dengan berat 5 kg dan saat ini barang bukti (BB) kita lakukan penahanan serta dilengkapi Berita Acara Penahanan,” ujarnya kepada rekan pers, Kamis (30/08) sore.

Menurut Ade, bahwa kulit biawak tersebut direncanakan akan dikirim melalui cargo pada hari jumat (17/8) sekitar pukul 14.45 wib, dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia, barang-barang kiriman TIKI tersebut terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan melalui x-ray oleh saudara Ade Irawan yang merupakan salah satu petugas Aviation Security (Avsec) kargo Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pada saat pemeriksaan seluruh barang kiriman dari TIKI cabang Utama Jambi, ada satu buah kemasan yang isi barangnya terlihat menyerupai kulit reptil yang tertera pada layar monitor X-ray. Kemudian atas dasar kecurigaan tersebut saudara Ade Irawan memanggil saudara Amril Hasibuan selaku pengirim barang dari TIKI dan saudara Wahono selaku petugas karantina ikan yang sedang melaksanakan piket di kargo Bandara Sultan Thaha Jambi untuk bersama-sama melihat isi barang kemasan tersebut melalui layar.

Dalam keterangan manifest TIKI paket tersebut ditulis ”bahan”, ternyata dalam kemasan barang tersebut bukan berisi “Bahan” yang sebagaimana tertuang dalam resi pengiriman yang diterbitkan oleh TIKI Cabang Utama Jambi. Namun, berisikan 132 lembar kulit Biawak Air Tawar (Varanus salvator) dengan berat kemasan 10 kg tanpa dilengkapi dengan Dokumen Kesehatan Ikan dan belum dilaporkan kepada petugas Stasiun KIPM Jambi.

Dalam hal ini diduga pengirim telah melanggar UU Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan pasal 31 ayat (1) jo. Pasal 6 huruf (a) dan (c) jo. Pasal (1) angka (10).

“Pada resi pengiriman yang dikeluarkan oleh TIKI Cabang Utama Jambi, disana tertera pemilik atau pengirim barang tersebut bernama Agus dengan alamat Kota Jambi, dan keterangan isi barang kemasan tersebut adalah “Bahan”, hal ini telah terindikasi bahwa si pemilik tidak memberikan keterangan identitas diri dan barang kemasan serta alamatnya yang tidak lengkap,” terang Ade.

Ade menambahkan bahwa kuliat biawak air tersebut akan dijadikan sebagai bahan kerajinan tangan.

“ini buat kerajinan tangan seperti dompet dan tas,” jelasnya.

Hingga saat ini proses penangan kasus tersebut masih dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan (PULBAKET) yang dilaksanakan oleh PPNS Stasiun KIPM Jambi. (uya)

About Halo Jambi

Baca Juga

Ratusan Mahasiswa Gruduk Gedung DPRD Provinsi Jambi

Jambi, halojambi.id – Ratusan Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi mengelar aksi damai di …