Home / UKM / 60 Persen Koperasi Mati Suri -Pemprov Jambi Butuh Sentuhan Dana Pihak Ketiga

60 Persen Koperasi Mati Suri -Pemprov Jambi Butuh Sentuhan Dana Pihak Ketiga

 

 

JAMBI,halojambi.id — Wilayah Provinsi Jambi memiliki sekitar 3.388 koperasi yang tercatat di masing-masing pemerintah kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi, namun tidak semua koperasi yang dimaksud aktif sesuai yang diharapkan untuk menunjang peningkatan perekonomian masyarakat.

Terbukti hingga tahun ini sekitar 60 persen koperasi dari data yang tercatat pada dinas dan instansi terkait tidak lagi aktif alias mati suri. Lebih dari separuh koperasi tidak aktif atau sekitar 1.780 koperasi kini berada diujung tanduk untuk pencabutan perizinannya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Jambi, Harmen Rusdi mengatakan, jumlah koperasi yang tidak aktif cukup besar ini harus diubah paradigmanya oleh Dinas koperasi.” Kita kembangan mau dibawa kemana koperasi ini, jadi paradigma nya harus dirubah. Kalau menurut saya ya,” katanya kepada Halo Jambi.

Persoalan koperasi sendiri Harmen menyampaikan sudah menyeluruh di 11 Kabupaten/Kota.” Ada empat persoalan koperasi dan UMKM sulit berkembang, pertama Sumber Daya Manusia (SDM) nya, Kedua masalah kelembagaan, Ketiga, kemitraan atau akses modal, keempat, segmen pasar,” ujarnya.

Faktor paling utama permasalahannya adalah SDM, satu sisi dari pembinanya dan di sisi lainnya anggota koperasi sendiri,karena kata Harmen, apabila pembinanya tidak bisa diyakinkan bagaimana dengan yang dibina bisa berkembang.

Banyak hal yang menjadi kendala dalam program 2018 membesarkan koperasi ini dijelaskan Harmen, seperti revitalisasi koperasi selama ini yang menjadi salah satu lembaga pendidikan dan pelatihan yang diharapkan oleh dinas Koperasi  dapat membantu perikatan SDM dari balai latihan, namun dalam tiga tahun belakangan atau masa Jambi emas sudah ditiadakan .” saya bertekad dalam anggaran 2018 ini mungkin ada pihak yang mendukung, kita hidupkan kembali karna mau tidak mau jika tidak dilakukan pelatihan ini maka untuk daya SDM nya terputus,” kata Harmen.

Masalah lain, segmen pasar juga menjadi kendala besar menumbuh kembangkan koperasi karena tingkat penawarannya rendah membuat tidak adanya daya saing.” Kita akan membangun ilirisasi agar dapat membantu dana koperasi dan UMKM dan Kita harapkan kedepan nanti perlu ada peningkatan sarana prasana dengan produksinya,” ujarnya.

Ada beberapa solusi ditambahkan Harmen untuk kembali menggairahkan koperasi di Jambi,  perlu membangun kemitraan dengan pihak ketiga seperti melalui dana hibah.” Kalau  ada suntikan dana kepada koperasi ini bisa cepat berkembang,” terangnya.

Harmen menambahkan terkait dengan persoalan koperasi yang mati suri pihak pemerintah akan melakukan pendataan ulang  melalui Online Data Sistem (ODS) dengan membuat Bank data, hanya saja sampai saat ini masih terkendala dengan SDM.” Kita akan mendatangkan dari kementerian untuk memberikan pelatihan kepada Aparatur sipil Negara (ASN)dari dinas koperasi Provinsi Jambi yang dilatih agar ketika mendata menjadi tenaga pendata yang ahli dan tidak keliru,” bebernya.

Lebih jauh Harmen menambahkan,  Koperasi yang mati suri atau tidak aktif tersebut bisa dibekukan apabila ada pengurusan yang tidak benar melalui rapat anggota atau bisa diserahkan kepusat dengan syarat tidak mempunyai beban hutang dari pihak ketiga.” Kita tidak terpaku kepada jumlah  kuantitas namun lebih menekankan  kualitas, untuk apa banyak daripada tidak ada yang berkualitas,” sebutnya.

Kedepan menurut Harmen untuk menghindaari persoalan serupa kembali terulang , masa mendatang akan diterapkan pengembangan koperasi lebih kepada koperasi berbasis unggulan ke daerah seperti  ekspor, kemudian potensi unggulan dan menyerap tenaga kerja. “ Harus diakui 90 persen dari total tenaga kerja yang ada di Jambi justru tertampung dari sektor UMKM dan koperasi yang ada provinsi jambi besar sekali perannya, kita harus berkomitmen meningkatkan koperasi karena mampu menyelamatkan ekonomi nasional dan daerah,” katanya. (uya)

 

About Halo Jambi

Baca Juga

Ratusan Koperasi di Tanjabbar Siap-siap Bubar

KUALA TUNGKAL,halojambi.id – Sebanyak 140 koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, …