Home / Mata Jambi / Akserelasi Layanan Navigasi Penerbangan AirNav Indonesia

Akserelasi Layanan Navigasi Penerbangan AirNav Indonesia

AirNav Dorong Bandara Sultan Thaha Jambi Menjadi Pelabuhan Udara Internasional

Menara AirNav Indonesia Cabang Jambi

 

KOTA JAMBI,Halojambi.id –Keberadaan AirNav Indonesia dalam lima tahun terakhir ini sebagai pemilik otoritas penyelenggara layanan navigasi penerbangan dirgantara  Indonesia  dengan  menjalankan amanah pemerintah  sebagaimana yang tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 77 tahun 2012  tantang Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) serta didukung oleh Peraturan Menteri Nonor 55 tahun 2016 (Permen Nomor 55/2016) tentang Tatanan Navigasi Penerbangan Nasional. Sehingga AirNav Indonesia diharapkan sesuai visinya adalah “Menjadi Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan  Bertaraf Internasional”.

Menghubungkan dengan beroperasinya  Bandar Udara  Sultan Thaha Jambi ( yang baru), diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 21 Juli 2016 lalu, sebagaimana diharapkan kelak bandara ini menjadi Pelabuhan Udara Internasional, sejak itu pemerintah pusat maupun pemerintahan Daerah Provinsi Jambi terus mendorong dilakukan  pengembangan terminal udara ini agar mampu memiliki kafasitas selaku pelintasan penerbangan udara berkelas dunia. Mengutip kata sambutan  yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada saat meresmikan Bandara STS tersebutbahwa pembangunan insfratruktur termasuk pembangunan bandara merupakan pondasi dasar bagi Indonesia dalam berhadapan dengan persaingan dunia global,  “Oleh sebab itu yang namanya insfrastruktur apapun namanya tidak bisa lagi kita tunda-tunda pembangunannya, entah yang namanya bandara, entah namanya jalan tol, entah namanya pelabuhan, jalur kereta api, semuanya itu adalah pondasi dasar bagi  sebuah pemenangan bagi kita yang sudah masuk negara Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Ini baru masuk kawsan Asean, belum nantinya pertarungan antar kawasan, karena Amerika membangun blok sendiri. Cina dan Bangkok, Uni Eropa bangun blok sendiri-sendiri, persaingan-persaingan seperti itu harus cepat kita antisipasi. Kalau tidak kita ketinggalan dari negara-negar tersebut,” kata Presiden Jokowi  saat meresmi Bandara Sultan Thaha Jambi.

Sejalan dengan hal tersebut sebagaimana yang dipantau Halo Jambi Rabu (5/9)  di lokasi Bandar Udara Sultan Thaha  Jambi kegiatan pengembangan fisik  bandara ini terus  digiatkan  gunatercapainya  kafasitassebagaimana pelabuhan udara bertaraf internasional.

Pihak otoritaspengelola Bandara Sultan Thaha  PT. Angkasa Pura II Jambi menargetkan tahun ini melakukan pembangunan perluasan gedung terminal yang luasnya dari 1.000 hingga 2.000 meter persegi guna perluasan dibukanya terminal penerbangan tingkat internasional. Selain itu pihak otoritas pengelola bandara atau PT.  Angkasa Pura II jugamemastikan kedepannya akan tersedia layanan penerbangan internasional di Bandara Sultan ThahaJambi.

Executif General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi  Yogi Prasetyo Suwandi dikonfirmasi Halo Jambi Rabu (5/9) melalui Human Resource and Green Ade Saputra saat dikonfirmasi Halo Jambi terkait pengembangan Bandara Sultan Thaha menuju pelabuhan udara yang berkafasitas internasional mengungkapkan bahwa pihaknya tahun ini tengah mengembangkan sarana fisik lainnya guna terpenuhinya kedepan pelayanan udara rute antar negara,” Kita sedang melakukan pengembangan bandara dengan penyediaan ruang terminal domestik dan terminal internasional dan perpanjangan runway dari 2200 menjadi 2600 meter, selesai pekerjaan ini diperkirakan tahun 2019 untuk penggunaannya nanti akan ada pengecekan oleh Kementerian dan akan selesai pelaksanaan pengembangan bandara tahun 2020 yang memenuhi kafasitas penerbangan  internasional,” ungkap Ade.

Menutup keterangannya Ade mengatakan pihaknya berharap tahun 2020 sudah memungkinkan dilaksanakannya pelayanan penerbangan antar negara melalu Bandara Sultan Thaha, “ Namun ini kita akan melihat kedepannya bagaimana  pangsa pasarnya dan antusiasme masyarakat,” tuturnya.

Mengutip apa yang disampaikan Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto dalam pengantar buku Excellent Service of AirNav Indonesia mengungkapkan bahwa AirNav Indonesia akan fokus dalam melaksanakan program strategis AirNav Indonesia pada 2018 yang salah satunya peningkatan kafasitas bandar udara-bandar udara terpadat di Indonesia.

Sehingga dari hal tersebut AirNav dapat diperkirakan  memiliki peran strategis didalam mewujudkan impian masyarakat Jambi untuk memiliki pelabuhan udara yang melayani rute penerbangan antar negara, dimana selama ini masyarakat Jambi yang akan bepergian keluar negeri terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk perjalanan transit ke Jakarta atau Batam guna melanjutkan perjalanan keluar negeri.  AirNav Indonesia diharapkan sebagaimana misinya adalah memberikan layanan lalu lintas penerbangan yang mengutamakan keselamatan, nyaman dan ramah lingkungan demi memenuhi ekspektasi pengguna jasa mampu memberikan yang terbaik dalam  mendorong  lahirnya pelayanan rute penerbangan internasional di Provinsi Jambi. (ifa)

About Halo Jambi

Baca Juga

Ratusan Mahasiswa Gruduk Gedung DPRD Provinsi Jambi

Jambi, halojambi.id – Ratusan Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi mengelar aksi damai di …