Home / Bisnis / Bekraf Berikan Pelatihan Manajemen Keuangan Untuk Pelaku Usaha Jambi

Bekraf Berikan Pelatihan Manajemen Keuangan Untuk Pelaku Usaha Jambi


Jambi, halojambi.id  – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meningkatkan kapasitas pelaku usaha ekonomi kreatif (Bekraf) dengan memberikan pelatihan manajemen keuangan. Bekraf memfasilitasi 100 pelaku usaha Bekraf Jambi dalam mengikuti Kelas Keuangan Usaha Ekonomi Kreatif di Hotel Aston Jambi, Sabtu (12/5).

Acara tersebut dihadirin oleh anggota Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra, Kabid Perdagangan Disperindag Provinsi Jambi Subiyanto, Ptaktisi keuangan Ahmad Gozali, perbankan konvensional yaitu Bank Negara Indonesia (BNI), dan owner Radja Cendol (Randol), Danu Sofwan pada Kelas Keuangan Jambi.

Dalam sambutannya, Subiyanto mengatakan diperlukan orang – orang yang penuh inovasi dalam berindustri dan dengan melalui kegiatan Bekraf ini diharapkan dapat mengatur strategi bisnis dalam mengelola manajemen keuangan. ” semoga dengan adanya pelatihan manajemen keuangan untuk pelaku Bekraf Jambi dapat mengelola bisnisnya dengan baik untuk perekonomian Jambi,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, yang membuka acara ini menuturkan bahwa pelaku Bekraf mengembangkan bisnisnya tak lepas dari permodalan dari perbankan. “ Bekraf ingin pelaku Bekraf naik kelas dengan memiliki Iaporan keuangan yang bankable, Dengan demikian, akses permoda|an perbankan terbuka lebar untuk mereka. Sehingga, mereka bisa mengembangkan bisnis mereka dengan bantuan permodalan perbankan,” ungkapnya.

Praktisi keuangan, Ahmad Gozali menjelaskan, bahwa keuangan bisnis dan keuangan pribadi harus dipisahkan. la menyarankan biaya cadangan bisnis untuk pengembangan bisnis dan biaya cadangan pribadi untuk pengeluaran tak terduga.

Gozali melengkapi pelatihan manajemen keuangan ini dengan praktek langsung pembuatan Iaporan keuangan sederhana. Laporan keuangan ini bisa juga digunakan untuk mengakses pembiayaan perbankan. Sedangkan analisa Iaporan keuangan bisa digunakan pelaku usaha ekraf untuk evaluasi bisnis dan mengatur strategi bisnis mereka.

Sementara itu, Perwakilan Perbankan Konvensional, BNI menjelaskan, produk pembiayaan perbankan konvensional dan cara mengaksesnya. Sehingga, pelaku ekraf memiliki pengetahuan terkait pembiayaan perbankan sebagai aIternatif pembiayaan yang bisa mereka dapatkan untuk ekspansi usaha.

Owner Radja Cendol (Randol), Danu Sofwan menceritakan perjalanan bisnis miliknya, bahwa usaha yang didirikannya sejak tahun 2014 telah memiliki lebih dari 700 outlet di seluruh Indonesia. diharapkan pelaku ekraf Jambi memperoleh wawasan cara menghadapi tantangan dalam menjalankan usaha.

Danu mengakui bahwa sosial media berperan penting pada marketing usaha miliknya bahkan ia pemah menggunakan sosial media untuk menarik minat masyarakat dan mengenalkan produknya ke masyarakat Iuas. Para netizen diminta menjawab pertanyaan apa yang akan mereka Iakukan jika menjadi pemiiik Randol. Antusias masyarakat pun terlihat dari jawaban yang beraneka ragam. (uya)

About Halo Jambi

Baca Juga

Memasuki Awal Bulan Agustus, Harga Emas Turun

JAMBI, Halojambi.id – Memasuki awal Agustus, harga emas menurun sekitar Rp 12.000.  Jika dalam bulan …