Home / Mata Jambi / Halo Barat / Bersama Wabup Buka Lubuk Larangan di Dusun Pulau Batu

Bersama Wabup Buka Lubuk Larangan di Dusun Pulau Batu

 

MUARA BUNGO, halojambi.id – Lubuk larangan yang berlokasi di Batang Jujuhan, Dermaga Kampung Lamo Cempaka Putih, Dusun Pulau Batu, Kecamatan Jujuhan Ilir secara resmi dibuka Wakil Bupati Bungo H Safrudin Dwi Apriyanto.

Sabtu, 8 September 2018. Turut hadir, Anggota DPRD Bungo Al jufri, Kepala OPD, Camat Jujuhan Ilir Abdur Rahman, serta masyarakat Dusun Pulau Batu.

Wakil Bupati Bungo H Safrudin Dwi Apriyanto (Apri) dalam sambutannya mengatakan, sebanyak 139 lubuk larangan yang ada di Kabupaten Bungo diharapkan dapat dilestarikan serta salah satu tradisi masyarakat yang patut diapresiasi.

“Di Bungo kita mempunyai 139 lubuk larangan, ini merupakan salah satu tradisi masyarakat yang patut diapresiasi, karena ini merupakan kewajiban kita bersama untuk melestarikan alam dan membasiskan kearifan lokal,” ungkap Apri.

Di tengah antusias masyarakat yang ikut menyaksikan peresmian lubuk larangan Dusun Pulau Batu tersebut, Apri mengatakan, moment tersebut mengandung hal yang sangat positif serta membangun semangat masyarakat setempat.

“Di dalam lubuk larangan, dari awal sampai akhir terkandung cukup banyak hal yang positif, semangat kekeluargaan dan semangat persatuan. Sama-sama kita saksikan, masyarakat semuanya turun dan semuanya kompak,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Apri berharap adanya kekompakan antar pemerintah kecamatan dan pemerintah dusun, serta masyarakat untuk melestarikan alam bersama.

“Ini PR bagi kita. Tadi juga saya sampaikan kepada pemerintah kecamatan, mudah-mudahan kita bersama dapat menjaga dan merawatnya, baik pemerintah kecamatan, dusun, dan para tokoh masyarakat. Semua harus mempunyai peran yang sama,” pinta Apri.

Dikatakan Apri, hal yang tidak kalah penting dari kegiatan pembukaan lubuk larangan tersebut, diharapkan dapat menjadi konten yang terdapat pada muatan lokal (mulok) pendidikan di sekolah.

“Tidak kalah pentingnya adalah, kedepan kita ingin konten ini dimasukkan kedalam muatan lokal pendidikan anak-anak sekolah kita, sehingga mereka mempunyai pemahaman yang bagus bahwa lubuk larangan adalah salah satu upaya kita bersama untuk menjaga ekosistem di sungai,” jelasnya.

“Mudah-mudahan ke depan sungai kita adalah sungai yang sehat dan sungai yang bersih, sehingga ada yang kita wariskan kepada anak cucu kita,” tutup Apri.(Mus)

About admin

Baca Juga

Mayat Pria tak Dikenal Ditemukan Mengambang di Kanal

MUAROJAMBI, halojambi.id – Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan diduga di kanal PT Wora Karya Sakti yang …