Home / Mata Jambi / Dewan Soroti Pemilihan RT.14 Kelurahan Pakuan Baru di Kota Jambi

Dewan Soroti Pemilihan RT.14 Kelurahan Pakuan Baru di Kota Jambi

Kota Jambi, halojambi.id — Kisruh Pemilihan Ketua RT.14 Kelurahan Pakuan Baru, Kecamatan Jambi Selatan ditanggapi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Jambi. Pasalnya warga telah melakukan musyawarah dan pemilihan, namun ditolak oleh Kelurahan dengan alasan belum sesuai dengan  pedoman aturan Perda dan Perwal yang berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Junedi Singarimbun Anggota DPRD kota Jambi Fraksi PDIP mengatakan, pemilihan RT itu sudah wewenang penuh dari warga, sehingga jika warga masih menginginkan RT yang lama tidak ada alasan intervensi dari manapun.

“Ketua RT itu memang dari aspirasi warga, disaat warga menginginkan itu tidak ada aturan yang bisa melarang”, ungkapnya.

Junedi meneruskan, Suara warga itu memang harus dihargai, kecuali memang ada aturan-aturan yang dilanggar seperti umur contohnya warga tetap masih memilih RT yang lama.

“walaupun umurnya kadang-kadang memang sudah tidak layak, tapi kalau warganya menghendaki itu tidak bisa kita tentukan, jadi umur tidak bisa juga ditentuka,” jelasnya.

Dicontohkan Junedi, ada ketua RT yang umurnya baru mencapai 50 tahun tetapi sudah sakit – sakitan, sedangkan 65 tahun masih energik. Dalam hal ini kata dia, warga harus pintar memilih.

“Situasi kondisi tersebut yang tau itu warga jangan kita intervensi warga, kalau warga masih memilih RT tersebut walaupun umurnya sudah dikatakan sudah tua tidak masalah selagi memang RT itu masih bisa melayani masyarakat siapapun tidak bisa intervensi,” tegas Junedi.

Sementara itu, Wahyudi Panpri Asmara Anggota DPRD kota Jambi Fraksi PAN menanyakan mengapa Perda dipermasalahkan karena calon ketua RT nya tunggal.” Kalau warganya masih menghendaki ya monggo,” jelasnya.

Wahyudi melanjutkan, semuanya telah ada aturan Perdanya dan itu harus dibaca semua supaya Lurah tersebut betul-betul paham.

“Jangan sampai nanti warga yang bingung, jangan sampe terjadi diulang-ulang seperti ini lagi diulang 2 kali, kasian warganya waktu tersita, intinya warga jangan dirugikan,” jelasnya.

Menurut Wahyudi, Lurah seharusnya membimbing, memberi arahan dan memberi informasi, serta harus paham  pada seluruh Perda dan harus menjelaskan kepada warga dan panitia pemilihan RT.

” Jangan sampe terjadi selisih paham, Lurah juga harus memahami seluruh perda, jangan hanya satu perda saja yang menjadi acuan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) menuai tanda tanya bagi warga RT. 14 Kelurahan Pakuan Baru, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Pasalnya warga telah melakukan Musyawarah dan Pemilihan. Namun ditolak oleh Kelurahan dengan alasan belum sesuai dengan  pedoman aturan Perda dan Perwal yang berlaku. (sal)

About Halo Jambi

Baca Juga

Divhumas Polri Gelar Diskusi Literasi Media di Jambi

Jambi, halojambi.id – Divisi Humas Mabes Polri menggelar diskusi Literasi Media yang bertempat di Ballroom …