Home / Mata Jambi / Halo Timur / Gaji Pegawai Syara’ dan RT Telat Dibayar, Diduga Digorok Lurah Kampung Laut

Gaji Pegawai Syara’ dan RT Telat Dibayar, Diduga Digorok Lurah Kampung Laut

MUARASABAK, halojambi.id – Zeki Lurah Kampung Laut, di Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), diduga gorok honor RT, RW dan Petugas Syara’. Pasalnya, hingga kini pihak Kelurahan baru membayar honor tersebut di triwulan pertama selebihnya di triwulan kedua dan ketiga RT, RW maupun Petugas Syara’ belum menerima honornya.

H. Ahmad Rifa’i salah seorang Guru Madin dan Petugas Syara’ di Kelurahan Kampung Laut mengatakan, untuk honor Guru Madin maupun Petugas Sara itu baru dibayar oleh Kelurahan 4 bulan terhitung dari Januari sampai April 2018.

“Untuk di 2018 ini pegawai sara hanya menerima honor 4 bulan yang selanjutnya, dua triwulan belum dilunasi,”katanya kemarin.

Permasalahan honor Guru Madin dan Petugas Syara’ lanjutnya, di 2017 lalu itu sempat tidak dibayar selama 8 Bulan. Baru di 2018 ini, honor 8 bulan tersebut dilunasi oleh Kelurahan itu pun, setelah pihak inspektorat turun tangan.

“Mengenai masalah honor madin dan honor pegawai sara di 2017 itu tunggakanya ada 8 bulan, kemudian setelah kami kemarin dipanggil dengan inspektorat ke kecamatan dan kita sampaikanlah yang sebenarnya nah, setelah seminggu setelah itu sekitar awal 2018 baru dilunasi,”terangnya.

Selain petugas sara ia mengaku sebelumnya, menjabat sebagai Ketua RW namun, Lurah Kampung Laut memintanya untuk memilih salah satu diantaranya dan tidak boleh ada rangkap jabatan.

“Saya disuruh milih pegawai sara atau ketua Rw dengan alasan tidak boleh merangkap jabatan, ya saya lebih memilih menjadi pegawai sara. Padahal, Lurah sebelumnya hal ini tidak dipermasalahkan,”ungkapnya.

Hamid mantan ketua RT 01 mengungkapkan, persoalan honor di Kelurahan Kampung Laut sering sekali menunggak dan tidak dibayarkan secara penuh. Menurutnya, permasalahan honor ini yang membuat dirinya diberhentikan jadi Ketua RT.

“Dengan saya sering menanyakan masalah honor akhirnya, saya diberhentikan. Honor saya seharusnya jalan 9 bulan tapi yang saya terima hanya 4 bulan,”katanya kemarin.

Anehnya lagi, kata dia, pemberian honor RT dan RW di Kelurahan Kampung Laut ini, bervariasi harusnya diterima tiga bulan, tapi dibayarkan ada yang satu bulan dan ada yang menerima dua bulan.

“Saya sekarang sudah diberhentikan terhitung bulan september 2018 tadi, saya diberhentikan itu honor saya 5 bulan belum ada dibayar katanya (Lurah) nanti kalau duit itu dicairkan camat saya bayar begitu katanya,”bebernya.

Dikatakanya, karena seringnya mempertanyakan masalah honor yang tidak dibayarkan, kurang lebih ada 10 RT yang diberhentikan oleh Kelurahan.

“Karena menyangkut masalah terkait honor makanya Rt itu pun bertingkah, kalau Rt nya yang banyak tanya itu lah dia (diberhentikan),” ucapnya.

Hal sama disampaikan mantan Ketua RT 03 Ibu Salbiah yang juga telah diberhentikan oleh Kelurahan dikarenakan seringnya mempermasalahkan honor yang kerap tidak dibayar secara utuh ia pun diberhentikan sepihak tanpa ada surat pemberhentian.

“Saya diberhentikan pun tidak memakai surat, waktu itu saya pergi kekantor kelurahan staf dikantor itu bilang, pesan lurah saya sudah dipecat kata staf itu. Setelah itu ada pengganti saya RT yang ditunjuk langsung oleh Lurah, klu honor saya yang nunggak ada cuma saya lupa berapa bulan, “ucapnya.

“Selain itu, honor kami pernah dipotong ketika ada pertandingan nasi liwet. RT yang tidak hadir dipotong 100 ribu, sepengetahuan saya ada 3 Rt yang waktu itu honornya dipotong,”tambahnya.

Sementara itu Lurah Kampung Laut, Zeki mengatakan, untuk honor Rt, Rw dan pengurus masjid memang baru cair 4 bulan terhitung januari sampai april 2018.

“Terkait honor RT,RW dan pengurus masjid, baru cair 4 bulan bang, januari sampai april,”katanya melalui pesan WhatssAp yang dikirimnya kemarin.

Sedangkan terkait pergantian RT ia beralasan, RT yang diberhentikan karena tidak melaksanakan tupoksinya sebagai Ketua RT dan hal itu sudah sesuai dengan pertimbangan dan kebijakan yang ada. Apalagi Ketua RT itu ada membuat fakta integritas.

“Saya memberhentikan RT atas pertimbangan dan kebijakan karena mereka diberhentikan karenakan tidak melaksanakan tupoksi sebagai RT Bang. Dan ada alasan lain yang kita masih toleransi dengan Rt yang di berhentikan walaupun, kayak mana Rt yang ada juga kebanyaan orang susah bang,” jelasnya.

Camat Kuala Jambi, Suiswanto ketika dimintai tanggapan mengarahkan untuk mempertanyakan langsung masalah ini ke Inspektorat. Sebab menurutnya, persoalan honor ini sudah ditangani oleh pihak Inspektorat.”Tanya langsung ke Inspektorat aja Bang, karena kemarin masalah ini sudah ditangani oleh Inspektorat,” jawabnya singkat.

Sementara salah seorang petugas Inspektorat yang namanya tidak disebutkan membenarkan, jika masalah honor RT,RW dan Petugas Sara di Kelurahan Kampung Laut telah ditangani oleh Inspektorat dan masih dalam pendalaman adanya dugaan penyimpangan dana tersebut.

Menurut warga, Lurah Kampung Laut, Zeki dinilai tidak mampu untuk memberikan pelayanan yang baik kepada warganya. Sebab, Ketua RT yang menjadi ujung tombak bagi pemerintahan tidak dapat bekerja secara maksimal jika honornya tidak dibayarkan.

“Kalau kita terus terang resah semua dibuatnya, Rt itu mana mau bekerja maksimal ke masyarakatnya kalau honornya tidak ada, siapa yang mau bekerja kalau tidak ada honor,” kata Hamid. (Kms)

About Halo Jambi

Baca Juga

Breaking News!!! Ribuan Masyarakat Ramaikan Pantai Babussalam 

Tanjabtim, halojambi.id – Ribuan warga di pesisir timur jambi, tepatnya di Desa Air Hitam Laut, …