Home / Mata Jambi / Halo Barat / H-7 Lebaran Truck Batubara Dilarang Melintas

H-7 Lebaran Truck Batubara Dilarang Melintas

Kadishub: Surat Edaran Belum Turun

MUARABULIAN.Halojambi.id– Untuk kelancaran arus mudik selama lebaran yang diprediksi bakal melonjak pada H-7, maka truck batubara dan CPO dilarang melintas. Mobil yang diperbolehkan melintas yakni pengangkut BBM dan sembako. Namun peraturan tersebut belum final. Masalahnya, surat edaran dari Kemenhub belum turun. Hal ini dikatakan oleh Kadishub Batanghari Sopyan Usman saat dikonfirmasi baru baru ini. “Iya, biasanya pada H-7 lebaran truck batubara dan CPO dilarang melintas. Namun, kami masih menunggu surat edaran dari Kemenhub yang belum turun,”kata Kadishub Sopyan Usman.

Lebih jauh dikatakannya, larangan terhadap truck batu bara dan mobil CPO melintas dijalan raya mulai H-7, agar arus lalulintas bisa berjalan dengan lancar dan kenyamanan bagi pemudik. Jika ada sopir truck yang membandel, maka akan disangsi tegas. “Surat edaran nantinya akan kita sampaikan kepada setiap perusahaan tambang. Jika mereka tidak mengindahkan aturan tersebut, maka kami keluarkan tindakan tegas,”kata Sopyan.

Kadishub menambahkan, seperti tahun lalu, truck batubara dan CPO boleh melintas kembali pada H+7 lebaran nanti. “Biasanya pada H+7 lebaran, arus balik sudah mulai sepi. Kita nantinya juga meminta agar pihak perusahaan tidak terburu buru mengoperasikan truck batubara. Sebab, arus balik diperkirakan masih ada pada H+7 lebaran,”tandasnya.

Selain itu, Kadishub juga mengharapkan agar semua sopir truck batubara menghilangkan tradisi kompoi. Sebab, kompoian truck batubara sangat menganggu arus lalulintas. “Tradisi kompoi batubara yang selalu ada. Untuk itu, kami juga mengharapkan saat ini dan menjelang larangan melintas nantinya, kompoian truck batubara berkurang dari hari hari biasanya,”tutup Sopyan.(sar)

About admin

Baca Juga

Pemkot Jambi Berikan Hadiah Dan Piagam Kepada Pemenang Kampung Bantar

JAMBI, Halojambi.id – Usai Upacara HUT RI yang ke – 73, Pemerintah Kota Jambi mengumumkan …