Home / Perbankan / Inflasi Triwulan IV Diprediksi Menurun -Penurunan Dipengaruhi Harga Cabai dan Bawang Merah

Inflasi Triwulan IV Diprediksi Menurun -Penurunan Dipengaruhi Harga Cabai dan Bawang Merah

istimewa

 

JAMBI, halojambi.id  – Pertemuan Tahunan Bank Indonesia ( PTBI) Provinsi Jambi dan sekaligus membahas High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi, sukses digelar di Swiss Ballroom, Swiss-Belhotel Jambi, lantai tiga, Kamis,  (21/12).

Kepala Bank Indonesia Provinsi Jambi, V.Carlusa mengatakan HLM dan TPID merupakan agenda rutin tahunan dalam pembahasan evaluasi program satu tahun yang telah dilaksanakan dan arahan perencanaan program akan datang, dalam forum dia juga menerangkan soal inflasi Provinsi Jambi triwulan III-2017 tercatat sebesar 2,49 persen (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya yaitu 3,82 persen (yoy).

“Inflasi Provinsi Jambi merupakan komposit dari inflasi kota Jambi sebesar 2,32 persen (yoy) dan kabupaten Bungo 4,03 persen (yoy),” jelasnya.

Kenaikan tingkat inflasi di Kota Jambi yang utama juga didorong inflasi pada kelompok harga yang diatur pemerintah sebesar 4,56 persen (yoy). Tingginya inflasi pada kelompok tersebut dikatakan Carlusa berasal dari kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar sebesar 6,12 persen (yoy).”Khususnya pada sub kelompok bahan bakar,penerangan dan air sebesar 12,59 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan inflasi Provinsi Jambi triwulan IV-2017 diperkirakan menurun dibandingkan inflasi triwulan sebelumnya maupun realisasi inflasi pada tahun 2016. “Inflasi kota Jambi diperkirakan pada kisaran 1, 76-2,16 persen (yoy) sedangkan Bungo pada kisaran 4,40-4,80 persen,” sebutnya.

Dikatakan Carlusa, Penurunan inflasi tersebut utamanya disebabkan perkiraan lebih rendahnya harga beberapa komoditas pangan seperti cabai merah dan bawang merah diakhir tahun 2017 dibandingkan periode yang sama tahun 2016. “Inflasi Jambi masih rendah di bawah 3 persen standar inflasi nasional, dimana pertumbuhan ekonomi Jambi triwulan IV 5,17 persen ditopang dari pertanian, Jambi mampu menekan Inflasi, hanya saja Jambi belum ada program unggulan disetiap Kabupaten ataupun kota,”tuturnya.

Ia menambahkan pandangan perekonomian mendatang pada tahun 2018 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,64-5,04 persen (yoy).

Sementara itu, inflasi akan berada dalam kisaran targetnya sebesar 3,51 persen (yoy) ditahun 2018. “Ini sejalan dengan komitmen Bank Indonesia mengarahkan inflasi sesuai dengan sasarannya,”tutupnya.

Senada diutarakan, Ketua TPID Provinsi Jambi, M. Dianto, kegiatan ini menjadi wadah dalam melakukan evaluasi kegiatan yang twlah dilaksanakan masing-masing TPID Kabupaten/Kota dalam menjaga stabilitas harga didaerah aerta memperkuat kerjasama dan koordinasi antara TPID yang ada di Provinsi Jambi. Dia berharap forum diskusi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak khususnya seluruh masyarakat Jambi.”Kegiatan ini sebagai penyemangat untuk terus mensukseskan kegiatan pengendalian inflasi TPID di tahun tahun mendatang, ” harapnya.

Kemudian, Gubernur Jambi, Zumi Zola  menilai pertemuan ini strategis dalam menekan inflasi Jambi serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.”Kepada seluruh Kepala Daerah untuk menyikapi kenaikan harga barang di daerah masing-masing, dilandasi pada Kepres No.23 Tahun 2017 pasal 5 (2),”katanya.

Acara ini dihadiri sejumlah orang penting yaitu Gubernur Jambi, Ketua TPID Provinsi Jambi, Forkopimda, Bupati dan Walikota Se-Provinsi Jambi, Kepala Bank Se-Provinsi, OJK, Pimpinan Perguruan Tinggi dan Instansi terkait. (uya)

About admin

Baca Juga

Jumlah Dana Tabungan BPR Menurun

  JAMBI, halojambi.id –Bank Perkreditan Rakyat (BPR)  di Provinsi Jambi menunjukan pertumbuhan  positif.  Kantor Otoritas …