Home / Mata Jambi / Halo Barat / Kades Lepas Tangan, Illegal Drailing Kian Marak

Kades Lepas Tangan, Illegal Drailing Kian Marak

MUARABULIAN,Halojambi.id– Sudah berulang kali aktifitas Illegal Drailing yang berlokasi di desa Pompa Air kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari ditutup. Namun sepertinya penutupan tersebut tidak membuahkan hasil. Bahkan, aktifitas tersebut kian marak terjadi.
     Hal ini dibenarkan oleh Indra selaku Kades Pompa Air. Dirinya mengakui, aktifitas yang terjadi saat ini, tidak ada campur tangan desa. “Tidak ada sama sekali melibatkan desa. Saya juga sudah lepas tangan, saat ini tidak ada pendapatan untuk desa dari hasil Illegal Drailing tersebut,”kata Indra Kades Pompa Air.
    Lebih jauh dikatakannya, para pekerja sebagai pengumpul limbah minyak di Pompa Air mayoritas warga setempat. “Iya, para pengumpul limbahnya orang orang sinilah. Banyak juga anak sekolah yang sudah pulang sekolah berprofesi sebagai pengumpul limbah. Upah mereka dibayar dengan hitungan liter. Setidaknya, satu liter limbah minyak illegal dibayar para oknum sekitar Rp 2000,” cetusnya.
     Dengan adanya aktifitas Illegal Drailing, sambungnya, ada dampak positif dan negatifnya bagi warga desa. “Selama adanya aktifitas tersebut, dampak positifnya kejahatan berkurang. Biasanya setiap malam pasti ada yang kehilangan motor, buah sawit dan karet yang sudah dipotong. Sejak ada kegiatan tersebut, tidak ada lagi laporan warga kehilangan buah dan sebagainya. Harapan kami, semoga kedepannya, Illegal Drailing bisa dijadikan BUMDes yang resmi. Sehingga kegiatan itu resmi bukan Illegal lagi,”harap Kades Pompa Air Indra.
      Kades menerangkan, penutupan Ilegal Drailing yang dilakukan pemerintah dan SKK Migas baru baru ini, seperti jebakan Batman. “Penutupan beberapa waktu lalu hanya sekedar saja. Masalahnya, beberapa sumur bor yang terdeteksi hanya disemen saja. Saat ini, semen tersebut sudah banyak yang jebol. Untuk melakukan penutupan permanen biayanya sangat besar yakni lebih kurang Rp 2,5 Miliar untuk penutupan satu sumur. Sedangkan sumur yang ada dilokasi kurang lebih 11 sumur,”kata Kades.
     Salah seorang warga desa Pompa Air yang ikut berperan mengumpulkan limbah minyak Illegal mengungkapkan bahwa, limbah tersebut selalu keluar. Jika tidak dikumpulkan warga, limbah yang berpotensi uang miliaran rupiah itu mubazir.
   “Bagaimana tidak kami kumpulkan bang, limbahnya keluar terus. Jika dibiarkan pastilah mubazir. Hasil pengumpulan limbah lumayan besar bang. Anak anak sekolah saja pulang sekolahnya langsung mengumpulkan limbah. Penghasilan mereka sekitar Rp 300 ribu perhari,”kata warga yang meminta agar namanya di sembunyikan.(sar)

About admin

Baca Juga

Sambut HUT RI Ke-73, Pemda Bungo, TNI dan Polri akan Gelar Kirab Bendera Raksasa

  MUARA BUNGO, Halojambi.id – Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan, HUT RI Ke-73, tahun 2018. …