Home / Mata Jambi / Halo Barat / Kasus Mesum Kades Penarun Akan Dilaporkan Kebupati

Kasus Mesum Kades Penarun Akan Dilaporkan Kebupati

 

Warga dan Ketua Adat Bathin VIII Menyayangkan

SAROLANGUN, halojambi.id – Masih ingat dengan kasus H.Zikri ? orang nomor satu di Desa Penarun Kecamatan Bathin VIII, ia tertangkap bersama rekan wanitanya yang merupakan Mahasiswa UIN disalah satu hotel kelas bawah (hotel Surya, Red) yang berada di kawasan pasar Kota jambi oleh tim gabungan. Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilakukan oleh (Polri, TNI, Satpolpp) di kota jambi pada Jumat malam (13/4/2018) yang lalu.

Perbuatan yang dilakukannya tersebut sangat mencoreng nama desanya terutama Sarolangun, Persoalan tersebut sudah sampai ke Kepala dinas PMD Mulyadi, dan akan di laporkan kepada Bupati Sarolangun atas perbuatan yang memalukan itu.

Kepala Dinas PMD Mulyadi mengatakan
dirinya akan segera melakukan langkah koordinasi dengan pihak Polda Jambi. Untuk mengetahui delik persoalan yang sebenarnya terjadi.

“Kita akan koordinasi ke pihak Polda Jambi yang menangani persoalan itu kemarin, dan saya sudah dapat kabar itu, saya akan segera sampaikan persoalan ini ke pak Bupati sebagai pimpinan kita, ”Kata mulyadi

Selain dari Mulyadi, ternyata Warga Bathin VIII yang enggan dituliskan namanya mengaku sangat menyayangkan sikap Kades tersebut.

“Ini jelas sangat merugikan masyarakat dimana yang ia pimpin, karena tidak memberikan contoh dan tauladan yang baik bagi masyarakatnya, ”Bebernya

Tidak sebatas itu saja, Kasus Kades tersebut juga mendapat tanggapan dari kemuka adat Kecamatan Bathin VIII.

Ky. Saleh Hafiz saat dikonfirmasi lewat telepon gengam, Senin siang (16/4) sekira pukul 13:39 WIB, sangat menyayangkan perbuatan kepala desa Penarun tersebut, ia mengatakan selaku orang nomor satu di desa selayaknya sebagai contoh yang baik terhadap masyarakatnya.

“Perbuatan oknum tersebut Kalau bahasa adat mengatakan orang besak perangai kecik, atas perbuatan oknum tersebut dapat dijerat dengan sanksi adat yakni berupa sanksi sosial dengan istilah cuci kampung, “Katanya

Jika tokoh adat jambi tidak menyelesaikan kasus tersebut dengan sanksi adat setempat lanjut Ky Saleh, maka ia selaku ketua Adat Kecamatan Bathin VIII akan menyelesaikannya.

“Kalau sanksi adat, kita lihat dimana tumbuhnya, dimano tembilang di cacak di situ tanaman tumbuh, dimano bumi dipijak di situ langit di junjung, berhubung kejadian Jambi kita tunggu dari tokoh adat Provinsi Jambi, apabila tidak selesai oleh tokoh adat Jambi maka kita akan selesaikan, “Bebernya (Ajk)

About admin

Baca Juga

Memperingati HUT Kabupaten Sarolangun, Bupati Harapkan Modal Kerja Keras Untuk Tercapai Pembangunan yang Sempurna

SAROLANGUN, Halojambi.id – Bupati Sarolangun Turut Hadir dalam menyambut HUT Kabupaten Sarolangun yang Ke 19 …