Home / Mata Jambi / Halo Timur / Miris Status SMA N 8 Tanjabtim Masih Numpang

Miris Status SMA N 8 Tanjabtim Masih Numpang

Muarasabak, halojambi.id – SMA N 8 Tanjung Jabung Timur, terletak di Kelurahan Parit Culum 1 Kec Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tidak memiliki sertfikat atas hak tanah sekolahnya, Status Tanah SMA 8 ini masih Bersertifikat induk milik SDLB yang berlokasikan bergandengan dengan SMA N 8 tersebut.

“Sekolah ini sejak pertama kali dibangun hingga sekarang belum memiliki sertifikat sendiri,”ujar Fitri kepsek saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

Dikatakannya, dalam upaya memecah sertifikat tanah sekolah ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak dinas pendidikan, BPN, dan Bidang aset kabupaten Tanjung Jabung Timur guna mengukur dan menentukan batas patok tanah tersebut, dan mendapat tanggapan positif.

“Pada tahun 2015 lalu, tim kabupaten sudah pernah turun dan mengukur tanah sekolah ini, upaya untuk memecah sertifikat, namun sampai saat ini belum ada kejelasan,”sampainya

Dilanjutnya, dalam pemecahan sertifikat pada waktu lalu, SMA N 8 ini masih dalam kewenangan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, namun pada tahun 2016, ada perpindahan bahwa SMA, SMK dan SDLB menjadi kewenangan Provinsi, sehingga pemecahan sertivikat ini ada kendala, karena seluruh aset SMA menjadi aset provinsi.

“saya berharap kapeda pemerinta kabupaten dan Provinsi agar pemecahan sertifikat ini bisa secepat nya, karena Pemecahan sertifikat ini, sangat kami butuhkan, karena bila tanah sekolah ini sudah dipecah, kita bisa dengan leluasa untuk menata pembangunan sekolah ini,”ungkapnya

Sementara itu Hartono kabid aset DPKAD kabupaten Tanjung Jabung Timur membenarkan bahwa lokasi Tanah SMA N 8 belum memiliki sertifikat.

“iya pada tahun 2015 lalu pernah turun kelokasi untuk mengukur tanah itu dengan pihak BPN, dan ada rencana untuk melakukan pemecahan sertifikat,”ujarnya.

Dirinya mengatakan, pemecahan sertifikat tanah SMA N 8 itu dicancel, pasalnya dalam berjalannya waktu, keluarlah undang undang bahwa SMA menjadi kewenangan provinsi.

“kewenangan akan aset sekolah tersebut sudah menjadi kewenangan provinsi, sementara kewenangan kabupaten tidak bisa lagi untuk melakukan pemecahan sertifikat ini, jadi pemecaha sertifikat tanah SMA 8 di cancel,”Pungkasnya. (dir)

About Halo Jambi

Baca Juga

Gelar Tabligh Akbar, Pemkab Datangkan Mamah Dedeh

Kuala Tungkal, halojambi.id – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1440 H, Pemerintah Kabupaten Tanjung …