Home / Bisnis / Naikkan Harga Gas Bakal Disanksi

Naikkan Harga Gas Bakal Disanksi

 

 

JAMBI, halojambi.id  – Jika pangkalan menimbun atau menaikkan harga gas akan dikenakan sangsi. Sangsi bisa dalam bentuk peringatan hingga pemutusan hubungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Hermansyah Y Nasroen, Region Manager Communication and CSR Pertamina Sumbagsel. “Kalau di pangkalan melakukan hal tersebut (menimbun atau menaikan harga) tentunya akan kita beri sangsi,” ujarnya.

Jika pangkalan nekat melakukan tindakan ilegal, sangsi berupa peringatan hingga pemutusan hubungan kerja menanti. Tetapi dikatakan Hermansyah, harus dilihat terlebih dahulu apa saja pelanggaran yang dilakukan. Hal tersebut juga harus dikoordinasikan dengan Agen. “Itu kita koordinasikan dengan agen karena pangkalan di bawah agen,” tuturnya.

Ia juga mengatakan selama ini Pertamina dan Hiswana Migas selaku Mitra Pertamina setiap saat selalu berkoordinasi dan bekerja sama untuk persiapan ramadan dan pencegahan pangkalan gas yang berbuat curang. Hingga saat ini ada tujuh pangkalan gas yang ditutup dengan bermacam permasalahan, satu diantarnya masalah administrasi.

ia mengatakan dengan mengatasi kelangkaan gas terutama gas melon, langkah cepat dari Pertamina jika terjadi kelangkaan gas di masyarakat  dengan mencari terlebih dahulu permasalahannya. Tidak hanya itu, akan dilaksanakan juga operasi pasar dengan dinas terkait. “Kita lihat dulu permasalahannya dimana, bisa kita lakukan operasi pasar,” pungkasnya.

Untuk ketersediaan  LPG, Pertamina MOR II Sumbagsel juga memprediksikan adanya  peningkatan  menjelang  Bulan  Ramadhan  dan  Idul  Fitri.  Prediksi  peningkatan  konsumsi  LPG  3  Kg  diperkirakan mencapai  11 persen.

Dikatakan Erwin Hiswanto, General Manager MOR II Sumbagsel, sebagai  antisipasi rencana  penyaluran  LPG  3  Kg  di  wilayah  Sumbagsel  untuk  Bulan  Juni  diperkirakan  naik  hingga  3.6 persen dari  penyaluran  di  Bulan  Mei.

Jika dibandingkan dengan  penyaluran lebaran  tahun 2017, terdapat  peningkatan penyaluran sebanyak 8 persen.  Sedangkan untuk  Elpiji 12 Kg, rencana penyaluran pada Bulan Juni diperkirakan menurun sebanyak 5 persen  dibandingkan  penyaluran  Bulan  Mei  yang  diakibatkan  oleh  libur  lebaran.

“Pertamina tetap menyiapkan rencana penyaluran Elpiji12 Kg sebanyak 3.526 Metrik Ton (MT) serta varian Bright Gas 5.5 Kg sebanyak 347 MT dan Bright Gas 12 Kg  721 MT untuk  periode  H-15 dan H+15,” jelasnya.

Untuk Jambi, penyaluran varian LPG 3 Kg  dibulan  Juni diperkirakan tidak terdapat peningkatan dan  untuk penyaluran Elpiji 12 Kg  berkurang  sekitar 4.97 persen  jika dibandingkan dengan  penyaluran bulan Mei. Pertamina MOR II Sumbagsel  juga telah mempersiapkan Lembaga penyalurnya. Di Jambi sendiri terdapat  40 agen LPG 3 Kg, 401 pangkalan LPG 3 Kg  Siaga, dan 13 agen Elpiji 12 Kg.

“Peningkatan konsumsi LPG biasanya terjadi di dekat Hari Raya Idul Fitri. Karena itu kami sudah akan meningkatkan  penyaluran LPG  berbagai  varian untuk  bulan Juni sebagai antisipasi meningkatnya konsumsi masyarakat,” imbuh Erwin.

Menurut Ariansyah, Kepala Disperindag. Propinsi Jambi, kelangkaan gas elpiji tiga kilo karena salah sasaran dalam penyalurannya. “Seharusnya yang berhak itu orang miskin, masyarakat yang berpenghasilan rendah, pedagang mikro, tapi kenyataannya warung warung dan rumah tangga menengah pakai gas ukuran tiga kilo,” ujarnya.

Ia mengatakan dibutuhkan kesadaran masyarakat bahwa gas subsidi ini bukan untuk mereka tetapi untuk rumah tangga berpenghasilan rendah yang pendapatannya dibawah dua juta perbulan.

Pencabutan ijin pangkalan bukan wewenang Disperindag propinsi, kewenangan Disperindag propinsi adalah pengawasan dibidang penggunaan SNI, mulai dari tabung, selang dan regulator hingga karet seal LPG harus SNI. (uya)

About admin

Baca Juga

Original Levi’s Store Hadir di Jamtos

Jambi, halojambi.id – Jeans adalah salah satu pakaian favorit yang disukai oleh berbagai kalangan dan …