Home / Advertorial / Pasar Bedug Kec. Pasar Jambi Resmi Dibuka. Ayo Serbu!

Pasar Bedug Kec. Pasar Jambi Resmi Dibuka. Ayo Serbu!

 

JAMBI, halojambi.id  – Pasar beduk yang dikelola Pemkot Jambi, resmi dibuka pada Kamis (17/5) sore. Peresmian dilakukan di Jalan Mr As’ad, Kecamatan Pasar Jambi. Sebanyak 589 pedagang memenuhi pasar bedug, ada pedagang kuliner dan pakaian di dua lokasi yang berbeda.

Untuk kuliner, semua jenis makanan termasuk takjil ada. Seperti lemang, es buah, cendol, dan makanan tradisional lainnya. Pjs Wali Kota Jambi, M Fauzi, mengatakan pihaknya meminta pedagang untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pasar bedug berlangsung.

“Saya berharap agar seluruh pedagang menjaga kebersihan dan tolong seluruh fasilitas yang ada di sini dijaga dengan baik,” ujarnya. Pjs Wali Kota Jambi, berharap dengan adanya kehadiran pasar bedug ini, bisa menambah pemasukan dari masyarakat selama Ramadan.

“Kita berharap para PKL bisa mendapatkan income menjelang raya nanti. Ini juga sebagai ajang promosi kuliner yang ada di Kota Jambi,” katanya.  Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, Komari, mengatakan saat ini sudah terdaftar sebanyak 589 pedagang. Terdiri dari 108 pedagang kuliner yang berada di Jalan Mr As’ad, di samping Saimen Pasar Kota Jambi, dan 481 pedagang pakaian yang ada di pasar beduk di Lamena atau gang siku.

“Jumlah ini masih akan bertambah. Masih ada lokasi jika ada pedagang yang mau berdagang. Pasar beduk yang dikelola Pemerintah hanya ada dua. Sementara yang lainnya akan dikelola oleh kecamatan masing-masing dan dikelola oleh swasta. Ada juga pasar bedug di daerah pasar ini yang dikelola oleh pemuda setempat,” ujarnya.

Selain itu, ada lima Kecamatan yang juga terdaftar membuka pasar bedug. Di antaranya Kecamatan Alam Barajo ada lima pasar bedug, di Kecamatan Jambi Selatan ada empat pasar bedug, di Kecamatan Danau Sipin terdapat sebanyak tiga pasar bedug, di Kecamatan Jambi Timur ada empat pasar bedug dan di Kecamatan Jelutung ada dua pasar beduk. “Masing masing dikelola Kecamatan dan swasta,” jelasnya.

Komari mengatakan para pedagang dikenakan biaya retribusi. Biaya tersebut hanya dibayar sekali selama satu bulan penuh. Jumlahnya Rp 161 ribu untuk masing masing pedagang. Terdiri dari Rp 100 ribu untuk retribusi pasar, Rp 51 ribu untuk biaya kebersihan dan Rp 10 ribu untuk biaya parkir.

“Keseluruhannya sebanyak Rp 161 ribu yang dibayar pedagang. Namun untuk biaya tenda dan listrik itu lain lagi. Itu dibayarnya langsung kepada orang yang bersangkutan di luar kita,” ujarnya.(ca2/adv)

About admin

Baca Juga

Bupati Masnah Hadiri Acara Pembukaan PPSN ke IV di Sungai Gelam

Muarojambi, halojambi.id – Bupati Muarojambi Hj. Masnah Busyro menghadiri acara Pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) …