Home / Mata Jambi / Kota Jambi / Ribuan Botol Jamu Tanpa Izin Edar Diamankan Polda Jambi

Ribuan Botol Jamu Tanpa Izin Edar Diamankan Polda Jambi

 

Jambi, halojambi.id – Anggota Subdit IV Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi berhasil mengamankan ribuan botol jamu tradisional tanpa izin edar sebanyak 117 Dus atau berjumlah kurang lebih 1.500 yang berasal dari cilacap dan akan di edarkan di wilayah Kota Jambi.

Penangkapan dilakukan di rumah milik berinisial DS yang berlokasi di Jalan Prabu Siliwangi Nomor 24 RT 10, Kelurahan Kasang Jaya, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, 12 April 2018.

“Jamu diedarkan ke depot jamu di Kota Jambi. Sementara, izin edarnya tidak ada,” kata Kapolda Jambi, Brigjen Pol Muchlis AS dalam konferensi Pers di Mapolda Jambi, Rabu (18/4).

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Muchlis AS mengatakan kasus itu bisa diungkap tim Ditreskrimsus setelah menerima informasi adanya penjualan jamu tradisonal yang masuk dari Cilacap ke Jambi tanpa izin edar.

Setelah menerima informasi tersebut, anggota kepolisian Jambi kemudian melakukan penyelidikan atas laporan itu dan hasilnya pada Rabu 11 April lalu, di jalan Prabu Siliwangi No 24, RT 10, Kelurahan Kasang Jaya, Kecamatan Jambi Timur,  Kota Jambi dan diamankan satu mobil truk berisikan minuman jamu tradisional tanpa izin BPOM.

Tim yang dipimpin AKBP Guntur Saputra saat melakukan penangkapan di rumah milik DS yang kini diamankan Polda Jambi ditemukan 117 dus minuman jamu tradisional yang tidak memiliki izin dari BPOM yang melanggar UU Perdagangan dan Kesehatan.

Menurut keterangan pelaku DS,  dirinya hanya sebagai pengedar untuk menjual kembali jamu tersebut di beberapa toko yang ada di Kota Jambi.

Adapun total dari 117dus jamu tradisional tanpa izin tersebut terdiri atas jenis jamu merek kunci mas sebanyak 50 dus, madu klenceng untuk pegal linu 39 dus,  untuk asam urat 27 dus dan merek putri sakti ada satu dus.

“Atas temuan kasus itu,  kini Polda Jambi sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus itu dan perbuatan pelaku dikenakan pasal 197 jo 106 ayar 1 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan pasal 106 jo pasal 24 UU No 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp10 miliar, ” kata Muchlis AS.

Sementara itu, Kasi Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Provinsi Jambi, Dra. Emli, Apt menjelaskan bahwa di dalam botol jamu tradisional terkandung bahan kimia obat yang dicampurkan. “ seharusnya pada minuman tradisional tidak boleh dicampurkan dengan bahan kimia, apalagi di dalam label tidak terdapat takaran dan dosisnya,” sebutnya.

Meskipun pada label botol jamu tradisional tersebut tertera izin dari Balai POM, akan tetapi izin itu adalah fiktif. “ BPOM tidak pernah mengeluarkan izin ini, Fiktif itu yang berada di label botol,” pungkasnya.

Kasus jamu tradisonal tanpa izin BPOM itu,  saat ini sedang dikembangkan tim penyidik Polda Jambi untuk memburu pelaku lainnya. (uya)

About admin

Baca Juga

Kendaraan Yang Sudah Mengikuti Program Pemutihan Capai 46.897 Kendaraan

  Jambi, halojambi.id – Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi …