Home / Pendidikan / Tak Cukup Pangkat Dan Golongan, Banyak Sekolah Dijabat Plt Kepsek

Tak Cukup Pangkat Dan Golongan, Banyak Sekolah Dijabat Plt Kepsek

 

SAROLANGUN, halojambi.id – Pangkat dan Golongan memang sudah diatur dalam undang undang di Pemerintahan, jika ingin menjabat dikursi jabatan harus memiliki pangkat dan golongan tersebut.

Misalnya untuk menjadi Kepala Sekolah Defenitif, setidaknya harus memiliki pangkat dan golongan III C, namun perihal itu di tubuh Pemerintahan bidang pendidikan sangat minim sekali, sehingga banyak kepala sekolah dijabat oleh Pelaksana tugas (Plt).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sarolangun, H Lukman MPd mengakui sejumlah sekolah yang dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) Kepsek. Hal ini dibeberkan Kadisdik disela hearing dengan Komisi I DPRD Sarolangun, belum lama ini.

Menurut H Lukman, salah satu alasan adanya sejumlah sekolah yang dijabat oleh Plt Kepsek, karena untuk menduduki jabatan Kepsek harus memenuhi persyaratan, yakni minimal pangkat dan golongan III C.

“Lantaran banyaknya guru di sekolah tidak memenuhi pangkat dan golongan untuk menduduki jabatan Kepsek definitif, sehingga jabatan Kepsek dijabat Plt. Ini terjadi dijenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama ”jelasnya.

Kadisdik menilai, memang ada guru yang berpangkat dan golongan diatas III C, tapi mereka sudah dua periode menjabat Kepsek dan ada juga yang menunggu waktu pensiun dan sudah pensiun.

“Jabatan Plt Kepsek hampir merata tersebar di 10 Kecamatan. Terutama di wilayah Kecamatan yang jangkauan jauh dari Ibu Kota Kabupaten Sarolangun, seperti Kecamatan Limun, Batang Asai, CNG, Airhitam dan lainnya,”sebutnya.

Kendati adanya sejumlah sekolah dijabat Plt Kepsek, tapi kewenangan Plt Kepsek tersebut tidak dibatasi, misalkan saja Plt Kepsek berhak menandatangani ijazah.

“Penempatan jabatan Plt Kepsek bukan hanya sebatas kewenangan Disdik, tapi sudah mendapat persetujuan dan rekomendasi dari pak Bupati Sarolangun,”cetusnya.

Selain itu, H Lukman menambahkan, bahwa bukan persoalan Plt Kepsek saja yang terjadi di ranah pendidikan Sarolangun, tapi saat ini Disdik Sarolangun juga mengalami krisis guru PNS didaerah jangkauan yang jauh, terutama guru PNS SD. Sebab, banyaknya guru yang sudah masuk pada usia pension.

“Untuk menutupi kekurangan guru PNS, agar aktivitas belajar dan mengajar berjalan maksimal, maka diback up oleh Tenaga Kontrak daerah alias honorer,”tandasnya. (Ajk)

About admin

Baca Juga

SMA  Titian Teras Gelar Perpisahan Angkatan ke 22

  MUAROJAMBI, halojambi.id – Sekolah kebanggaan Jambi SMA Titian Teras melaksanakan perpisahaan.Pelaksanaan acara perpisahaan berlangsung …