Kota Jambi - Pagi itu terdengar yel yel semangat dari personil Dinas Kebakaran jumat pagi (14/03/2019) "Terima Kasih Terima Kasih kami ucapakan kepada bapak Fasha ( walikota Jambi _red) atas binaannya selama ini."

Dari pantauan halo jambi dilapangan terlihat semua personil Dinas Pemadam Kebakaran sekabupaten Kota berkumpul di kantor BPBD & DAMKAR Kota jambi yang beralamat di jl. Hos Cokroaminoto ,guna melakukan Skill Competition seperti climbing , terjun dari ketinggian , dan atraksi ketangkasan lainnya 

Dalam sambutannya Maulana mengatakan tumbuhan dan perkembangan pembangunan, terjadi sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk beserta kompleksitas kegiatannya. Fenomena pertumbuhan perkotaan tersebut, berdampak pada semakin tingginya tingkat kebakaran di perkotaan.

 "Dengan skill competition, kata Maulana, untuk meningkatkan silaturahmi antar anggota damkar kabupaten/kota se Provinsi Jambi."Ujar Maulana 

Hal ini juga sangat bermanfaat sebagai ajang tukar informasi

 "Kemudian yang kedua, dapat sharring informasi dan pengalaman di lapangan untuk senantiasa berupaya meningkatkan kualitas SDM, kompetensi dari seluruh anggota."Tambah Maulana. 

Maulana juga mengatakan harus ditingkatkan kelembagaannya, baik itu dukungan dan sumber SDM yang kompeten, sarana dan prasarananya.

"Orangnya baik, pinter tapi alatnya nggak ada juga nggak bisa bertindak secara optimal," tegas Maulana usai acara didampingi Kadis Damkar A Ridwan.

Dengan semangat ulang tahun yang ke 100 ini, pemerintah provinsi dan kota secara bersama-sama untuk meningkatkan, menguatkan kelembagaannya, meningkatkan kompetensi SDM-nya dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarananya.

"Dan yang paling penting saat ini adalah menggunakan teknologi informasi, dalam hal akses dari masyarakat terhadap pelayanan kita yang ada di seluruh wilayah. Dan juga bagaimana pemadam kebakaran dan penyelamatan sebagai tugas kemanusiaan itu, tidak mengenal batas wilayah."

"Ini harus didasari oleh payung hukum kerjasama antar kepala daerah yang bertetangga, karena kita tahu bahwa bencana yang terjadi di titik yang lebih dekat dengan kabupaten atau kota yang lain, sementara tupoksinya tentu bedakan, tapi ini tidak boleh," ujar Maulana.

Hal di atas, jelas Maulana, jangan menjadi pembatas menolong sesama manusia. Namun dirinya juga menegaskan diperlukannya payung hukum yaitu kerjasama daerah, ini yang bentuk semangat kerjasama kolaborasi antar pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

"Kita juga menyadari bahwasanya, letak geografis suatu daerah berbeda-beda yang mana tingkat terjadi kebakaran di suatu daerah mungkin ada yang tinggi atau rendah intensitasnya."

"Sebagai contoh, di kota Jambi sampai saat ini telah terjadi kebakaran sebanyak 8 kasus. Ini dikarenakan kota Jambi sebagai pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan, hiburan, pemukiman, pelayanan, transportasi dan lain sebagainya di provinsi Jambi," ujar Maulana.

Sebagai tolak ukur lembaga yang menangani kebakaran maupun bencana lainnya khususnya di kota Jambi, dengan didukung penuh oleh sarana dan prasarana yang terkenal lebih tinggi serta personil pemadam kebakaran dan penyelamatan yang terampil dan terlatih, Maulana mengharapkan nantinya dapat bertindak proporsional di lapangan dalam tugas pemadam kebakaran dan penyelamatan serta penanggulangan bencana lainnya.

"Sebagaimana moto pemadam kebakaran, pantang pulang sebelum padam walaupun nyawa taruhannya," pungkas Maulana.(kbh)