Kota Jambi - Wakil Walikota Jambi Maulana mengatakan , pemahaman masyarakat terhadap lingkungan hingga saat ini masih rendah . sehingga pemerintah berkewajiban untuk memberikan berbagai edukasi tentang isu lingkungan hidup.
Seperti pencemaran air , udara , atau kerusakan lingkungan berakibat banjir , kekeringan terjadinya berbagai dampak pemanasan global dan perubahan iklim.
Hal tersebut diungkapkan oleh Maulana pada saat rapat koordinasi Persiapan Penilaian Adipura Tahun 2019 yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Walikota Jambi , Jumat (15/3/2019). Maulana mengatakan , pengaruh utama pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan telah diupayakan untuk terus disebarluaskan dan diimplementasikan dalam beberapa tahun terakhir.
"Namun demikian pelaksanaannya masih belum optimal yang di tandai dengan terjadinya berbagai isu lingkungan hidup seperti pencemaran air , udara atau kerusakan lingkungan berakibat banjir , kekeringan terjadinya berbagai dampak pemanasan global dan perubahan iklim . Hal ini terjadi kareana pemahaman tentang lingkunga hidup di kalangan masyarakat umum masih lemah." Ujar Maulana.
Lanjut Maulana , berbagai upaya dan dukungan harus dilakukan dan diberikan untuk mengatasi persoalan persoalan lingkungan termasuk politik dan tata keloloa pemerintahan yang baik ( Good Governance), serta dukungan dari kalangan masyarakat luas ( Civil Society ). Namun setiap orang juga berkewajiban melindungi dan mengelola lingkungan hidup.
"Oleh karena itu untuk mengatasi masalah lingkungan hidup dibutuhkan kebersamaan dan harus menjadi komitmen bersama dengan tindakan nyata semua pihak . Masalah lingkungan tidak harus dilihat semata-mata sebagai krisi namun menjadi peluang untuk membangun." ujar Maulana.
Maulana menambahkan , kedepan pihaknya meminta kepada para camat dan lurah se Kota Jambi untuk membuat percontohan bank sampah di tiap kelurahan . selain itu juga menambah titik kumpul atau kontainer sampah di lokasi yang mudah di jangkau.
"Untuk itu dalam pelaksanaan program Adipura tahun 2019 kita akan mempersiapkan kembali , menata lingkungan yang ada disekitar kita , agar dapat merubah wajah Kota Jambi , penting untuk menjadi komitmenkita bersama , agar meraih kembali penghargaan adipura di kota jambi yang kita cintai , yang kita tahu bersama membutuhkan kerjasama kita semua . Berkaitan dengan hal tersebut maka keterlibatan seluruh komponen masyarakat maupun pemerintah menjadi ujung tombak keberhasilan kegiatan ini . Apalagi tahun ini ada beberapa perubahan penilaian adipura , perlu penangganan sampah mulai dari hulu ke hilir atau mulai dari rumah tangga hingga ke tempat pembuangan akhir perlu di perhatikan." Tegas Maulana.
Ardi kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi meminta partisipasi semua pihak dalam pengelolaan lingkungan hidup . Sehingga tercapai fisik Kota Jambi yang bersih , hijau dan Asri yang dibuktikan dengan perolehan penghargaan Adipura.
" Kota Jambi sudah 6 kali berturut turut meraih Adipura . Tapi tahun 2018 lalu kita tidak dapat makanya tahun ini kita siapkan kembali untuk meraih Adipura ke Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi ." ujarnya. (kbh)