Jambi - Masyarakat di lingkungan Pemkot Jambi mengikuti salat istisqa, Rabu pagi (21/8/19) di Lapangan Kantor Walikota Jambi.
Salat Istisqa digelar untuk meminta hujan mengingat kabut asap akibat pembakaran lahan semakin pekat, dan hujan sudah beberapa bulan terakhir tidak turun.
Sholat istisqa yang di Imami oleh Al-Ustadz Haji Muhammad Sulhi Haji Muhammad Daud Al-Hafizh, Lc.Ma, sementara khatibnya adalah Al-Ustadz Haji Muhammad Amin Abdullah, M.Kes.
Fasha mengatakan kekeringan akibat kemarau panjang ini juga melanda daerah lain seperti pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan bagian Timur Indonesia juga mengalami kekeringan yang sama.
"Yang dampaknya sangat memprihatinkan, sehingga masyarakat sulit mendapatkan air bersih. Untuk itulah, sholat istisqo ini Kita laksanakan hari ini dengan penuh harapan dan hati yang ikhlas, mari Kita bersama-sama memohon kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar kita tidak lagi merasakan kekeringan yang berkepanjangan seperti yang terjadi di mana-mana saat ini," ujar Fasha.
Seusai salat minta hujan dua rakaat digelar, terlihat suasana mulai terlihat mendung. Namun kabut asap masih terlihat pekat.
Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan bahwa salat Istisqa yang hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), seperti salat ied adalah merupakan salah satu media dalam syariat Islam dalam mengatasi kekeringan.
"Adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT, berserah diri dan bertawakkal bermohon agar Allah menurunkan hujan di Kota Jambi," jelasnya. (Chn)