Wujudkan Penurunan Angka Kemiskinan

Kualatungkal - Dalam mengimplementasikan visi-misi pemerintah daerah guna mewujudkan niat mulia mensejahterakan masyarakat, sebagaimana yang tertuang dalam dokumen RPJMD(Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) adalah berlandaskan pada kerangka utama program kerja yang tersusun dan terencana dengan merancang pembangunan daerah dimana pemerintah benar-benar hadir dalam memberikan layanan terhadap masyarakat. Sehingga daerah ini menjadi Maju, Berdaya Saing, Adil dan Sejahtera melalui peningkatan penyediaan insfratruktur yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan dan menciptakan tata kelolah pemerintahan yang baik yang didukung oleh sistem setrategis setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terintegrasi dan menyeluruh yang mengedepankan partisipasi masyarakat dan aspirasi stakeholder dalam membangun daerah.

Melalui kepemimpinan Bupati DR. Ir. H Safrial MS dan Wakil Bupati Drs. Amir Sakib guna mewujudkan seluruh rencana setrategis pemerintah daerah ini melalui pelaksanaan RPJMD yang terwujud dengan kegiatan pembangunan yang berhasil adalah meliputi penyediaan infrastruktur daerah guna memperkecil angka kemiskinan, dimana Tanjungjabung Barat tercatat wilayah termiskin kedua se Provinsi Jambi, menurut data yang dimiliki Badan Perencanaan Daerah Tanjungjabung Barat yang bersumber dari BPS diketahui bahwa pada tahun 2015 angka prosentase kemiskinan di Tanjungjabung Barat 11,61 persen, setelah berjalan pemerintahan priode 2016-2021 Bupati Safrial dan wakilnya bertekad menurunkan angka kemiskinan dengan melaksanakan program kerja yang sangat menyentuh kepentingan rakyat banyak sehingga diharapkan dengan mengimplementasikan visi-misi yang diembannya dengan menjalankan kebijakan selaku kepala daerah dalam membangun daerah ini, pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang tepat dengan membuat kebijakan yang dilaksanakan dengan program kerja yang hasilnya menurunkankan angka kemiskinan hingga mencapai 10, 25 persen hingga berakhir masa jabatan bupati-wakil bupati priode 2016-2021 telah dapat diwujudkan target tersebut di 2021 tahun depan. Menurut langkah-langkah setrategis Safrial-Amir Sakib pada tahun-tahun pertama dan kedua dalam pemerintahannya adalah memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan guna "memutus rantai" isolir akibat akses jalan antar wilayah desa dan kecamatan belum seluruhnya dapat ditempuh melalui transportasi darat. Bupati Tanjungjabung Barat dalam mengomandoi pembangunan di wilayahnya menjadikan prioritas utama dalam program kerja pemerintahannya adalah membangun infrastruktur jalan dan jembatan, sebab akibat akses jalan yang belum terhubung antar desa-desa dari dan keibukota kecamatan dan keibukota kabupaten mengakibatkan terhambatnya perekonomian masyarakat, juga warga yang sakit dan melahirkan sulit menjangkau layanan kesehatan akibat tertutupnya akses menuju layanan medis terdekat, lalu kemiskinan yang meninggi dengan daerah ini pernah menduduki ranking kedua di Provinsi Jambi sebagai wilayah termiskin/kumuh menurut penilaian pemerintah pusat, sehingga Pak Bupati bertekad membangun infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi 'pembuka jalan" dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga angka kemiskinan dapat ditekan, pekerjaan besar menurunkan angka kemiskinan tentu tidak mudah namun program kerja pemerintah daerah yang bersinergikan dukungan masyarakat sehingga tercapai penurunan angka prosentase kemiskinan yang semula di 2015 berada pada posisi 11,61 persen, berlahan menurun secara bertahap pada 2017 angka kemiskinan tercatat 11,32 persen, lalu berada di posisi 11,10, persen pada 2018, hingga 2019 terjadi penurunan mencapai 10,56 persen, telah terlihat secara signifikan pada angka prosentase yang hampir mendekati harapan.

Kebijakan pembangunan daerah Tanjungjabung Barat tidak saja mengacuhkan kepada pola dasar yang diterapkan dalam RPJMD namun arahan pembangunan daerah ini adalah apa yang telah tertuang dalam kaedah-kaedah dan semangat membangun daerah ini yang tidak terlepas dari visi-misi pemerintah daerah priode berjalan sehingga mengejar seluruh "ketertinggalan" akibat ketersediaan insfrastruktur jalan dan jembatan yang belum seluruhnya terpenuhi yang ditargetkan dalam RPJMD. Pemerintah Tanjungjabung Barat priode ini hanya memiliki sisa waktu lebih kurang satu lagi dalam menuntaskan program kerja yang tertuang dalam RPJMD sehingga secara "maraton'' dilaksanakan agar terwujudnya seluruh program kerja sebagaimana yang diagendakan dalam RPJMD tersebut. 

Namun dalam satu kesempatan di Kualatungkal pertengahan tahun lalu Bupati Safrial mengenyampaijan keterangan pers yang mengemukakan tentang gagasan dan pemikirannya didalam membangun Tanjungjabung Barat.' Adapun program prioritas kedepan yakni insfrastruktur,kesehatan, pendidikan dan sebagainya sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat, yang paling prioritas adalah pembangunan insfrastruktur, jika insfrastruktur bagus tentunya ekonomi masyarakat menjadi lancar, hasil pertanian dan perkebunan bisa dibawa ke kota,"ungkap Bupati ketika itu.

Sejalan dengan hal tersebut kembali Bupati saat meninjau kegiatan pembangunan insfrastruktur jembatan di salah satu kecamatan dalam Wilayah Tanjungjabung Barat mengemukakan kepada sejumlah wartawan bahwa mulai dari hulu dan hilir Tanjungjabung Barat semua mendapat perhatian dalam pemerintahannya untuk dilakukan percepatan pembangunan insfrastruktur seperti peningkatan pembangunan ruas jalan, bangunan rumah sakit di wilayah hulu dan pembangunan fisik pasar di setiap kecamatan dan penataan insfrastruktur dalam Kota Kualatungkal." Kedepan kita terus fokus terhadap percepatan insfrastruktur dan peningkatan kualitas SDM ( Sumber Daya Manusia) ," kata Bupati.

Berbagai pekerjaan pembangunan insfrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan dan fasilitas umum lainnya termasuk sarana dan prasarana yang menunjang ekonomi masyarakat, di daerah ini telah terlaksana dan hasil-hasilnya telah berdampak terhadap perbaikan taraf hidup masyarakat. Sehingga menurut Bupati apa yang dilakukan dalam pemerintahannya guna peningkatan derajat perekonomian masyarakat seiring semakin terjadi pemerataan pembangunan diseluruh bidang dan mulai lancar perhubungan darat antar satu wilayah ke wilayah lainnya dan penyediaan fasilitas umum yang menyentuh hajad hidup masyarakat banyak adalah pencapaian terbaik pemerintah yang mengupayakan semaksimalnya agar masyarakat Tanjungjabung Barat sejahtera.

Namun bupati selain fokus membangun insfrastruktur jalan dan jembatan tidak pula mengabaikan kepentingan yang terkait penunjang aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat yaitu dengan membangun pasar tradisional yang dirancang secara modern di setiap kecamatan dalam wilayah Tanjungjabung Barat." Dari tahun 2017 telah diwujudkan pembangunan pasar di Serdang Jaya, Kecamatan Betara, 2018 di Tebing Tinggi dan 2019 di bangun pasar di Sungai Saren Kecamatan Bram Itam," sebut Bupati. 

Pemkab Tanjungjabung Barat tidak berdiam diri dalam mrnghadapi angka kemiskinan di wilayahnya lalu menyikapi hal ini melakukan langkah-langkah penanggulangan kemiskinan sebagaimana yang diagendakan dalam RPJMD. Sehingga kemudian rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan di ruang aula Kantor Bapedda di penghujung tahun lalu (2019) digelar, Wakil Bupati Tanjungjabung Barat Amir Sakib saat memimpin rapat koordinasi tersebut mengemukakan harapan tentang menurunkan angka kemiskinan tercapai target sebesar 10,25 persen. Guna tercapainya target tersebut Wabub meminta dukungan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif agar prosentase angka kemiskinan di Tanjungjabung Barat menurun." Masing-masing perangkat daerah yang berkaitan dengan program kegiatan ini agar menggunakan data masyarakat miskin yang telah diverifikasi dan divalidasi agar berjalan efektif dan tepat sasaran,”kata Wabub. 

Kepala Bapedda Tanjab Barat, Ir Firdaus Khatab MM mengatakan Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah meraih penghargaan terbaik III katagori laju penurunan tingkat kemiskinan di provinsi jambi tahun 2015-2017 yang diberikan oleh Gubenur Jambi dengan laju penurunan 1,31 persen." Hal ini merupakan suatu prestasi yang harus dipertahankan dan kita tingkatkan." ucap Kepala Bappeda.

Sehingga atas semua itu untuk terpenuhinya pembangunan insfrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi wujud hadirnya pemerintah dalam membangun daerah yang hasilnya untuk mensejahterakan masyarakat. Dan begitupun dengan niat dan tekad pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri namun harus bersinergi dengan seluruh Organisasi Perangkat Kerja masyarkat untuk keluar dari garis kemiskinan itu sendiri. (ifa/adv)