Jambi – Memulai suatu usaha dan bisnis pasti memiliki banyak rintangan mulai dari segi finansial,kemampuan dan mental. Hal ini juga dirasakan oleh ibu Neng Maryani warga Kota Jambi.

Memulai usaha berjualan pempek ikan dengan merk Pempek Hafish nama anak bungsunya, Neng Maryani berjualan dari rumah ke rumah dan dibantu sang Suami yang selalu gigih dan pantang menyerah untuk berusaha. 

Jatuh bangun berjualan pempek ini bahkan sudah dirasakan oleh ibu lima anak tersebut. Bahkan, keuntungan hanya dapat dirasakan untuk memutar membeli bahan baku kembali.

Pada tahun 2016, Neng Maryani memutuskan untuk mengembangkan usaha pempeknya yang bernama Pempek Hafish tersebut dengan menjadi nasabah untuk mendapatkan program pembiayaan yaitu Tepat Pembiayaan Syariah dari BTPN Syariah.

Pertama kali merasakan manfaat dari program pembiayaan BTPN Syariah, Neng Maryani mendapatkan sebesar Rp4 juta untuk tambahan modal membeli bahan baku pempek.

Waktu demi waktu dijalankan Neng Maryani dibantu sang suami untuk mengembangkan usaha pempeknya. Neng Maryani bertugas untuk menggoreng dan packing pempek, sedangkan suaminya membantu untuk mengaduk adonan bahan baku pempek Hafish ini.

“Awalnya saya itu jualan kecil-kecilan dan bisa mendapatkan program pembiayaan dari BTPN Syariah karena diajak kawan untuk membuat kelompok dan menjadi mitra binaan. Dari sinilah awal mula Pempek Hafish ada,” ujarnya, saat diwawancarai Halo Jambi. Kamis (9/3/2023).

Berkat program pembiayaan dan bimbingan dari BTPN Syariah secara berkala ini, usaha Pempek Hafish yang beralamat di Jalan Mayjen Sutoyo, Telanaipura, Kota Jambi semakin berkembang dan berhasil merekrut 15 karyawan.

Hal ini pula, yang membuat Neng Maryani memberanikan diri untuk melakukan Top Up menjadi Mitra Tepat BTPN Syariah dengan menambah modal usaha sebesar Rp 20 juta.

Modal ini digunakan untuk Neng Maryani membeli fasilitas alat untuk membuat bahan baku agar semakin mudah membuat pempek.

 “Awalnya kita itu rekrut 3 karyawan, akan tetapi semenjak orderan semakin bertambah terus setiap hari kita menambah karyawan hingga 15 orang agar mempermudah untuk pembuatan pempek ,” sebutnya.

Beberapa tahun belakang usaha pempek Hafish ini semakin dikenal dalam kalangan masyarakat sehingga orderan terus bertambah, bahkan bahan baku ikan untuk membuat pempek juga ikut bertambah setiap harinya hingga tahun 2023 ini. 

Neng Maryani menjelaskan untuk ikan yang dipakai untuk bahan Pempek Hafish ini menggunakan ikan kakap super yang diambil langsung dari distributor.

 “Awalnya bahan baku ikan hanya habis sekitar 3 kilogram sehari, kalau sekarang bisa sampai 50 kilogram ikan sehari,” tuturnya.

Untuk pembeli saat ini, kata Neng Maryani, Pempek Hafish tidak hanya dipesan dari Provinsi Jambi saja akan tetapi sudah ke luar Pulau Sumatera bahkan hingga ke Luar Negeri.

“Penjualan kami sudah sampai ke Pulau Jawa sekitaran Jabodetabek, Kalimantan, dan Papua. Bahkan juga sering dibeli untuk dibawa menjadi oleh-oleh ke Luar Negeri seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Korea, Belanda dan Jepang,” Sebut Neng Maryani,

Ia menambahkan keberhasilan ini semua berkat bantuan dan binaan dari BTPN Syariah karena semenjak bergabung menjadi nasabah dapat berkembang dan maju hingga sekarang ini.

Bahkan keuntungan bersih Pempek Hafish saat ini sudah mencapai Rp 50 juta setiap bulannya.

Neng Maryani menuturkan saat ini Pempek Hafish sudah memiliki tempat produksi pempek ikan sendiri yang menggunakan alat canggih.

Penjualan pun bahkan tidak perlu menawarkan dari rumah ke rumah lagi. Sekarang Pempek Hafish sudah bisa dipesan melalui Sosial Media Instagram @pempekhafish dan Tokopedia untuk memudahkan pembeli jarak jauh.

Kemudian, Pempek Hafish ini juga sudah memiliki puluhan reseller yang tersebar di seluruh Provinsi Jambi.

Untuk menjadi pengusaha yang sukses dan menginspiratif, Neng Maryani memberikan tips kepada perempuan-perempuan prasejahtera yang ingin mewujudkan taraf hidup yang lebih baik yaitu dengan tetap ikut turun bekerja secara displin, kerja keras, berani berusaha dan saling membantu.

“Jadi jangan mengadalkan orang yang bekerja kepada kita saja. Walaupun saya sudah ada karyawan, saya masih tetap kerja dan turun langsung,” katanya.

Sementara itu, Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin Corporate and Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin yang turut meninjau langsung proses produksi mengatakan, setelah berhasil mengembangkan usahanya, Neng Maryani didaulat menjadi perempuan atau nasabah inspiratif dari Bank BTPN Syariah.

Karena ia bisa memberikan inspiratif kepada perempuan-perempuan atas kegigihannya mengembangkan tempat usahanya dan juga bisa meningkatkan usahanya sampai sekarang.

Dia mengatakan, melalui Produk Tepat Pembiayaan Syariah, Pembiayaan nasabah inklusi yang diberikan BTPN Syariah diberikan berkelompok yang disebut Tepat Pembiayaan Syariah. Merupakan pembiayaan tanpa jaminan yang diberikan untuk modal usaha bagi masyarakat inklusi khususnya perempuan. 

"Pembiayaan berkelompok ini memiliki tujuan untuk membangun 4 karakter pada diri nasabah, yaitu Berani berusaha, Disiplin, Kerjasama dan Saling Bantu yang diharapkan prilaku tersebut dapat menyebar sehingga tercapai tatanan masyarakat yang memiliki kekuatan secara ekonomi disuatu daerah," ujarnya.

Lanjutnya, pembiayaan ini diberikan sebagai modal usaha khusus kepada ibu-ibu prasejahtera yang ada di pedesaan atau pinggiran kota di berbagai daerah di Indonesia untuk memulai usaha atau meningkatkan usaha mikronya.

Tidak hanya memberikan akses keuangan dan modal usaha, Tepat Pembiayaan Syariah juga mengupayakan pemberdayaan melalui Pelatihan dan Pendampingan yang berkala dibidang pengetahuan keuangan, kewirausahaan dan kesehatan.

"Tepat Pembiayaan Syariah memiliki paket komplit untuk memberikan perubahan kehidupan nasabah prasejahtera meliputi Paket Keuangan : Bantuan modal usaha yang diberikan kepada nasabah untuk menjawab kebutuhan membangun dan mengembangkan usaha produktif," jelasnya.

Bantuan ini kata dia, kemudian dikembalikan dalam bentuk angsuran dua mingguan.

Nasabah juga memperoleh manfaat tambahan lainnya yaitu asuransi jiwa untuk nasabah dan suami, tabungan, serta pembebasan angsuran setiap Hari Raya Idul Fitri. Setelah 3 siklus dapat dilalui dengan baik, nasabah akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pembiayaan perbaikan rumah dan pendidikan anak. 

Ainul mengatakan, melalui program pemberdayaan, nasabah dapat terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan melalui program pendampingan berkelanjutan yang meliputi topik kesehatan, kewirausahaan dan pengembangan komunitas. Dengan sistem keanggotaan, nasabah dikelompokkan dalam satu sentra yang anggotanya dipilih sendiri oleh nasabah, dipimpin oleh Ketua Sentra yang dipilih oleh anggota sentra.

"Setiap sentra akan didampingi oleh petugas lapangan terlatih yang biasa disebut Community Officer. Secara rutin Community Officer kami melayani dan memberikan pendampingan kepada nasabah dengan cara bertemu di tempat-tempat nasabah," pungkasnya.