JAMBI - Berbagai rangkaian acara memperingati hari jadi ke-62 tahun Provinsi Jambi diselenggarakan salah satunya Dialog Kopi Nusantara di halaman kantor Gubernur Jambi, Jum'at (11/01/2019) sore.
Kegiatan yang bertajuk hastag #KopiJambiUntukDunia ini menghadirkan mantan Menteri Pertanian Republik Indonesia periode 2004-2009 yang sekaligus menjadi Dewan Kopi Indonesia Anton Apriyantono, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agusrizal serta Fadhil Nugroho Kepala Tim Advisory Pengembangan Ekomoni Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi.
Dewan Kopi Indonesia Anton Apriyantono menyampaikan Hari Kopi Nasional di bentuk pada 11 Maret 2018 dan tugas Dewan Kopi Nasional sendiri yaitu bagaimana bisa mensinergikan seluruh bidang perkopian agar kopi Indonesia unggul.
"Konsumsi kita masih sangat minim dibandingkan negara lain. Padahal Indonesia memiliki sisi keunikannya. Akan tetapi salah satu kelebihan Jambi ini memiliki satu gugusan yang bisa ditanami kopi. Dan ini telah terbukti," ujarnya.
Namun, Anton menyebut, masih begitu banyak permasalahan, dan pemahaman terkait hal tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkannya pendamping petani dalam pengembangan kopi.
"Semoga keberadaan saya di Jambi ini mudah-mudahan bisa mempercepat perkembangan kopi baik di Nasional hingga internasional,"tutur Anton.
Terkait kopi, disampaikan Anton, sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat untuk pendongkrak pendapatan. Sehingga kerjasama segala sektor begitu diperlukan. "Mulai dari lahan dan pengolahan hingga pengembangan ekonomi pada pemasarannya,"jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Ariansyah menyebut bahwa di Jambi, kopi menempati posisi ketiga setelah tanaman karet dan kelapa sawit.
"Itu terjadi karena kita terus melakukan gerakan secara masif, dimana ada kegiatan-kegiatan disanalah kita munculkan kopi, dan saat ini telah ada 49 kafe yang menyuguhkan kopi di Kota Jambi,"paparnya.
Seperti di ketahui, Provinsi Jambi memiliki tiga jenis kopi terbaik dunia yaitu Robusta, Liberica, dan Arabika. Dimana jenis kopi Robusta ada di kabupaten Merangin, Arabika di Sungai Penih dan Kerinci, kemudian Liberica ada di Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.
"Inilah yang menjadi kekuatan kita, memiliki kopi terlengkap dan terbaik di Indonesia bahkan dunia,"ujar Ariansyah.
Ia menyebutkan bahwa Kegiatan ini juga merupakan kegiatan awal mula dari roadshow menjelang ke hari kopi nasional yang Jambi akan menjadi tuan rumah,Ia juga berharap jambi dapat di kenal dari citarasa kopi Jambi yang khas.
“Kami berharap teman-teman dapat membantu kami bagaimana caranya agar Jambi dapat di kenal dari ciri khas rasa kopi di jambi”ujar Ariansyah.
Ia juga berharap melalui dialog ini, masyarakat lebih mengenalkan produk kopi Jambi. Dan tahun 2019 ini, pemprov merencanakan akan membangun rumah kopi di wilayah Kerinci.
"Secara bertahap menggeliatkan dan memperkenalkan terus kopi Jambi agar menjadi kebiasaan dan tradisi, sekaligus sebagai persiapan Jambi bakal tuan rumah pelaksana Hari Kopi Internasional tahun 2019,"pungkasnya. (uya)