KUALATUNGKAL-Semula Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjungjabung Barat Senin siang (13/6) pukul 13.00 Wib telah merencanakan menggelar kegiatan operasi pasar, guna merespon keluhan masyarakat menghadapi naiknya harga gula putih hingga tembus Rp. 20.000 per kilogram, sehingga instansi ini berniat menyalurkan komponen sembako tersebut kepada warga dengan harga jauh lebih murah, namun saat kegiatan berlangsung baru setengah jam, dihentikan.
Pantauan Halo Jambi, warga mulai berdatangan pada pukul 13.30 Wib, namun sesaat kemudian setelah mereka menyandarkan motor di tepi jalan di depan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan terlihat wajah-wajah kecewa, gula yang diharapkan bisa dibeli dengan harga Rp. 12.500 per kilogram (sebagaimana yang diinformasikan) ternyata penjualan terpaksa dihentikan oleh pihak Disperindag yang tidak siap menghadapi besarnya animo masyarakat yang ingin membeli gula dengan harga murah, dibawah harga pasar hal ini menyebab tingkat kerumunan warga tak dapat dihindarkan, padahal sedang diberlakukan program Psysical Distancing.
Walau tak memperoleh apa yang diharapkan, warga yang datang dan berkerumun di teras depan kantor Dinas Perindag yang merupakan kalangan ibu-ibu itu, tampak belum ingin membubarkan diri sebelum mendapatkan yang diinginkan, namun sesaat kemudian Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjungjabung Barat Syafriwan SE menemui warga yang berkerumun tersebut dengan memberikan penjelasan bahwa pihaknya tidak melanjutkan pelaksanaan pasar murah, akibat kondisi yang tidak kondusif." Mohon maaf hari ini pasar murah dihentikan, kondisi tidak memungkinkan kami menggelar pasar murah," ujar Safriwan di hadapan puluhan ibu-ibu yang menunggu untuk sembako.
Usai menyampaikan hal tersebut kepada warga yang mendatangi kantornya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjungjabung Barat Syafriwan, sempat memberikan konfirmasinya kepada Halo Jambi News bahwa benar pihaknya sengaja menghentikan kegiatan pasar murah diakibat kondisi antrian pembeli tidak tertib cendrung menimbulkan kerumunan yang mengkhawatirkan menjadi ajang penularan Covid 19."Iya, setelah melihat antusias warga yang menimbulkan kerumunan yang sudah tidak tertib, berpotensi menjadi ajang penularan virus Corona, kita khawatir tentang ini karena harus ada jarak, Psysical Distancing tidak bisa diterapkan, sehingga besok kita akan berkoordinasi dengan pihak aparat keamanan (Satpol PP dan Kepolisian) guna dapat membantu menerapkan standar jarak antrian yang diperbolehkan dalam melaksanakan kegiatan pasar murah ini," ujar Syafriwan.
Mengenai ketersedian sembako dalam rangka pelaksanaan pasar murah tersebut Syafriwan mengatakan pihaknya yang bekerjasama dengan pihak Bulog telah mempersiapkan sebanyak 10 ton gula putih untuk disalurkan kepada masyarakat."Namun karena kondisinya yang tak memungkinkan diteruskan hari ini stok kita tidak berkurang, kita sudah siapkan 10 ton gula," ujar Syafriwan, menutup keterangannya.(ifa)