Jambi - Kebijakan Lion Grup mengenai bagasi berbayar ternyata belum diresmikan. Pasalnya, ketentuan tersebut diundur dan akan diberlakukan nanti pada 22 Januari 2019 mendatang. 

Mardanus Station Manager Lion Air Jambi menjelaskan, kebijakan ini dilakukan sebab Lion masih memerlukan waktu untuk mensosiailisasikan program ini.

“Sampai 22 Januari dan pemberhentian lebih lanjut diberlakukan sama calon penumpang. Sementara ini masih sosialisasi,” kata Mardanus saat dikonfirmasi, Rabu ( 16/1) kemarin.

Jika nantinya diberlakukan bagasi berbayar, maka calon penumpang dapat memesan bagasi melalui dua cara. Pertama pembelian bagasi dibandara, unutk ini dikatakannya harga bagasi akan lebih mahal. Kedua, pembelian melalui website lion air atau agen, maka selisih harga dengan pembelian dibandara bisa mencapai 50 sampai 60 persen.

Ia menyebutkan, diberlakukannya bagasi berbayar ini salah satunya karena biaya produksi yang menjadi lebih tinggi, kedua sebagai maskapai LCC dan sesuai ketentuan Kementerian maka Lion Air boleh menerapkan bagasi berbayar.

Selain bagasi, kini Lion juga menaikan tarif Lion Parcel bisnis unit Lion Grup yang juga ikut menaikkan harga pengiriman barang. Kenaikan sebesar 15 persen perkilogram kini berlaku untuk pengiriman barang melalui Lion Parcel.

Mardanus menyebutkan, meski naik namun tidak signifikan, untuk pengiriman barang sebelum mengalami kenaikan sebesar Rp 13 ribu, setelah naik Rp 15 persen menjadi Rp 15 ribu. Ia mengklaim meski naik namun Lion Parcel masih menjadi yang termurah dibandingkan competitor.

“Lihatlah competitor berapa, kami masih yang murah masih Rp 15 ribu juga,” sebutnya.

Kenaikan tarif Lion Parcel ini ditegaskannya tidak berpengaruh pada antusiasme masyarakat untuk melakukan pengiraman barang melalui jasa Lion Parcel. 

“Karena harganya naik nggak banyak, jadi masih jadi pihan masyarakat. Masih jadi yang paling murah kok” tutupnya. (uya)