Bulian - Kalau bicara tentang es campur, bagi masyarakat Kabupaten Batang Hari, apalagi masyarakat Muara Bulian, tentu kenal dengan es campur yang menjadi legenda, yaitu Es Kliwon.

Walaupun pertama kali dibuat sejak 1981 nan silam, Es Kliwon sekarang tetap mempunyai cita rasa dan taste yang sama. Ada kacang merah, cendol, cincau, kacang ijo, dan ketan hitam.

Rasanya nikmat dan harga terjangkau.

Pertama kali Es Kliwon hadir di Muara Bulian tepatnya di Rangkayo Hitam pada 1981. Es campur olahan dari Suharto (70) dan istrinya Saimah (65) sangat di gemari masyarakat karena rasanya yang khas. Setelah itu, tempat jualan pindah ke ruko jalan Sudirman, tepat di depan Pasar Lama Muara Bulian (sekarang BBC-red). Namun karena alasan tertentu sempat tutup beberapa lama.

Sekarang, Es Kliwon kembali dibuka oleh anak-anak dari Daimah dan Suharto, ada yang di depan BBC, dan satu di Pal 3 Muara Bulian, oleh Joko Suprianto (39).

Kepada Halojambinews, Kamis (04/06/2020), Joko mengungkapkan bahwa dari segi bahan serta rasa es campur ciptaan orang tuanya ini, tidak berubah.

" Tetap sama dengan yang lama. Baik bahan maupun cita rasanya " kata Joko.

Bagi penggemar Es Kliwon, sambil mencicipi es campur legenda ini akan dihibur oleh musik serta suasana tempat yang asri diteduhi sejuknya rindang pepohonan. Dari segi harga, cukup semangkanya Rp. 10 ribu saja.

" Bagi warga Batang Hari, yang dulu pernah mencicipi Es Kliwon pada 80-an dan 90-an, silahkan datang kemari. Kami akan memberikan yang terbaik" tutur Joko lagi.

Salah seorang penggemar berat Es Kliwon, Dodi Gunawan, salah seorang ASN di Pemkab Batang Hari, mengungkapkan bahwa es campur legenda ini, tak pernah berubah rasa dan bahannya.

" Tetap nikmat dan maknyuss" tandas Dodi. (Fri)