Jambi - Produksi minyak Kelapa sawit di Provinsi Jambi setiap tahunnya di ekspor ke luar negeri sebanyak kurang lebih sekitar 1,6 juta ton termasuk sepanjang tahun 2018 lalu.
Hal tersebut disampaikan Agusrizal, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi usai rapat tim/pokja penetapan TBS Provinsi Jambi, Kamis (14/2) kemarin.
Negara-negara tujuan ekspor yang paling penting adalah RRT, India, Pakistan, Malaysia, dan Belanda.
Ia menyebutkan Ekspor minyak kelapa sawit tersebut tidak pernah ditargetkan sama sekali, semua tergantung terhadap jumlah panen yang dihasilkan dari petani.
"Tidak ada target, tergantung panennya. Karena kalau diluar itu tetap minta terus hanya diharganya saja yang turun naik,"kata Agusrizal.
Dijelaskan, Agusrizal keadaan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Jambi saat ini sudah mulai membaik, sudah tidak ada lagi trek yang terlalu banyak.
"Faktor cuaca mempengaruhi, saat inikan musim hujan jadi membuat trek TBS berkurang," sebutnya.
Sementara itu, untuk di Provinsi Jambi lahan produksi kelapa sawit terdapat dalam delapan Kabupaten, satu diantaranya yang terluas Kabupaten Muaro Jambi dengan kisaran 80 ribu hektar.
"Paling luas di Muaro Jambi. Tetapi kabupaten lain juga memiliki luas lahan kelapa sawit, juga komoditi lainnya seperti karet dan pinang sesuai daerahnya," tuturnya.
Selain itu, Agusrizal menambahkan bahwa kualitas kelapa sawit Indonesia juga masih termasuk yang paling unggul di dunia.
"kualitas Sawit Indonesia masih urutan nomor satu di dunia," pungkasnya. (uya)