JAMBI – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok (bapok) di Pasar Tradisional Angso Duo, Kota Jambi, masih dalam kondisi aman dan terkendali menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran Subdit I Industri dan Perdagangan (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jambi melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah komoditas strategis yang beredar di pasar terbesar di Provinsi Jambi tersebut. Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Hernawan, mengatakan pengecekan dilakukan terhadap 14 komoditas bahan pokok.
Hasil pemantauan menunjukkan harga relatif stabil dan stok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Untuk bahan pokok secara umum masih aman. Harga rata-rata masih terjangkau dan stok juga cukup tersedia,” ujar AKBP Hernawan, Selasa 3 Februari 2026. Meski demikian, petugas menemukan sejumlah catatan di lapangan. Salah satunya terkait penjualan Minyak Kita yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Namun, ditemukan beberapa pedagang menjual dengan harga Rp16.000 per liter. “Alasan pedagang karena keterbatasan uang kecil untuk kembalian. Namun tetap kami ingatkan agar menjual sesuai HET supaya tidak menimbulkan keresahan maupun informasi liar di masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Ditreskrimsus Polda Jambi juga menemukan satu merek beras premium yang dijual di atas HET, yakni Rp15.600 per kilogram, dari ketentuan pemerintah sebesar Rp15.400 per kilogram. “Kami sudah menyampaikan langsung kepada pengecer agar mematuhi harga yang telah ditetapkan. Untuk komoditas lainnya masih relatif aman dan sesuai ketentuan,” tambah AKBP Hernawan.
Ia menegaskan, pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok akan terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri. Dalam pelaksanaannya, Polda Jambi bersinergi dengan instansi terkait seperti Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Bulog. “Intinya kami ingin menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutupnya.(uya)