Jambi - Polda Jambi melalui Ditres Narkoba berhasil mengagalkan perederan Narkotika jenis Ganja di Jambi.
Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS mengatakan penangkapan terhadap kurir 29 kg Ganja dilakukan belum lama ini.
"Penangkapannya dilakukan pada jumat malam sabtu, TKP nya di Batang Asam, Tanjabarat dan kemudian disalah satu TKP kurirnya di salah satu sekolah di Daerah Kebun Daging, Kecamatan Alam Barajo," Kata Kapolda Jambi, Senin (20/1/2020).
Lanjut Kapolda, tersangka pertama berinisial JT (60) asal warga Sumatera Utara dan tersangka kedua JH (37), warga Kebun Daging, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi yang merupakan salah satu penjaga sekolah di Kota Jambi.
"Pasal yang dilanggar adalah pasal 111, 114, 132 UU Narkotika no 35 2009, ancaman penjara 5 sampai 10 tahun," tegas Kapolda.
Barang haram tersebut berasal dari Medan dengan tujuan Jambi, modusnya mengunakan mobil avanza dan barang Narkotika di masukkan dalam karung.
"Salah satu pelaku, JT juga baru keluar dari penjara dari LP padang Pariaman, Sumatera Barat dengan kasus yang sama (Ganja-red)," kata Kapolda.
Para pelaku ternyata bukan pertama kalinya menjadi kurir Narkoba, mereka mengaku telah dua kali menjadi kurir Narkoba jenis Ganja untuk diedarkan di Jambi.
"Yang pertama lolos dan dibayar Rp 4.5 juta, dan yang ini masih dipanjar sekitar Rp 2 juta," ujar Kapolda.
Sementara itu, Dirres Narkoba Polda Jambi Kombes Pol Eka Wahyudianta menjelaskan pelaku JT mengaku dikendalikan oleh AD yang berada di Jambi, dan kemudian JT berkomunikasi dengan JH. Sedangkan JH mengaku dikendalikan oleh B.
"B diduga eks Napi Jambi dan masih kita dalami kasusnya," tegasnya.
Dirinya menjelaskan, di SD 130 kelurahan Kebun Daging, dijadikan tempat atau gudang Saudara JH, dan sudah dua kali dilakukan oleh pelaku.
"Begitu kita lakukan control delivery pertama kali ditangkap jam 00:30 WIB di KM 181 Tanjung Jabung Barat, kemudian dilakukan control delivery TKP kedua didapatkan masih ada 1 karung yang 15 kg, tapi sudah terjual," jelasnya.
"Yang bersangkutan merupakan penjaga sekolah belum ada yang memonitor kelakuan JH disekolah , mungkin ini bisa dikira buku apa lainnya pihak sekolah belum ada yang curiga," tutupnya. (*/uya)