SAROLANGUN –Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun Tontawi Jauhari, SE menyayangkan usulan pembangunan Kampus STAI Darul ‘Ulum Sarolangun tidak ada di dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (RKUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2023. Rabu (07/08/22) .
Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari, SE mengatakan bahwa "Kita ketahui bahwa RKUA dan PPAS yang saat ini tengah dalam pembahasan oleh DPRD Sarolangun bersama seluruh OPD di lingkungan Pemkab Sarolangun memang belum ada pembahasan soal pembangunan kampus tersebut. Namun ini yang kita sangat sayangkan, usulan pembangunan kampus STAI Darul Ulum Sarolangun tidak dimasukkan dalam R-KUA dan PPAS tahun 2023. "Kata Ketua DPRD Sarolangun.
Usulan pembangunan kampus tersebut baru masuk sampai dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), hal itu bisa jadi dikarenakan adanya keterbatasan keuangan daerah. Meski begitu kita bersama tim badan anggaran legislatif akan memastikan terlebih dahulu usulan pembangunan kampus STAI ini ada dalam RKPD tahun 2023.
Lanjut Ketua DPRD Sarolangun" Kalau ada dalam RKPD tahun 2023 insa Allah akan kita perjuangkan bersama untuk memasukkan ulang yang dalam RKPD untuk dimasukkan kembali dalam R-KUA-ppas tahun 2023. Untuk saat ini kita sedang pembahasan RKUA, masih ada sekitar 9 dinas lagi yang belum kita selesaikan. mudah mudahan target kita Minggu depan ini selesai. "Jelas Ketua DPRD Sarolangun.
" Saya mengaku turut prihatin dengan kondisi Kampus STAI Darul ‘Ulum Sarolangun yang saat ini jumlah mahasiswa sudah melebihi dari kapasitas lokal yang ada sehingga adanya ruangan yang dibagi dua bagi mahasiswa untuk dapat belajar. Dan saya menegaskan terkait pembangunan ini tentu ada proses, sekarang ada e-budgeting dan e-planning dimana kegiatan tersebut sudah terencana dan teranggarkan. "Tutup Ketua DPRD Sarolangun (Gun)