Halojambinews : Tatkala razia terhadap truk batubara yang bernopol luar Provinsi Jambi, di Terminal Muara Bulian, Senin malam (06/02/2023), Halojambinews terfokus pada seorang wanita cantik yang yang lagi berbincang-bincang dengan seorang petugas Satlantas Polres Batang Hari.
Pembicaraan tersebut, ternyata terkait dengan mobil batubara yang dikemudikan oleh wanita tersebut. Mobilnya, melanggar aturan kerena plat luar. Supir truk batubara? Wow. Itulah ungkapan yang keluar dari mulut Halojambinews. Akhirnya, saya dekati dan izin dengan sang petugas, saya katakan ingin wawancara. Jawaban wanita tersebut, boleh, sambil tersenyum penuh persahabatan.
Namanya adalah Lisa (36) dan warga Kelurahan Mayang Mengurai Kota Jambi. Kepada penulis, ibu tiga anak ini mengatakan pekerjaan sebagai supir truk batubara ini sudah 4 bulan. " Sudah 4 bulan, Pak." Ucapnya sambil tersenyum.
Penggemar dunia otomotiv sejak kecil ini, sebelumnya sudah berkutat dalam dunia sopir. Mengenai pekerjaan sekarang sudah direstui sang suami.
" Dunia otomotiv, hobi saya dari kecil. Oleh karena itu, pekerjaan sebagai sopir, suami tidak bisa melarang" tambah wanita pernakan Jawa Palembang ini.
Istri dari Akrom, Kasi Trantib Kelurahan Te Hok Kota Jambi ini, sebelumnya jadi supir truk ekapedisi Jambi-Bengkulu. Dan pernah juga membawa batubara ke Bengkulu.
" Ya. Sebelumnya, membawa truk ekspedisi ke Bengkulu." bebernya lagi. Ketika ditanya suka duka jadi supir truk batubara, wajah cantik dihiasi rambut lirang sebahu ini, berubah agak serius.
" Saya dan juga kawan-kawan, dengan segala persoalan membawa emas hitam ini ke pelabuhan Talang Duku, tidak lain tak bukan, hanya untuk mencari hidup untuk keluarga. Permasalahan kemacetan, bukan hanya karna banyaknya armada. Tidak itu aja. Kemacetan tersebut juga timbul karena faktor human. Dari Sarolangun sampai ke Bulian, banyak oknum-oknum yang melakukan pungutan. Saya hitung, ada puluhan titik. Itu jelas, memperlambat lajunya mobil kami. Sudahlah kami merayap, distop pula" ujarnya kecewa. Biarpun merayap, sambung Lisa, andaikata tidak ada hambatan dalam perjalanan, sudah pasti, kemacetan tidak akan timbul.
" Memang, banyak jalan yang rusak. Namun kami tetap berjalan. Disamping faktor x lainnya yang timbulkan kemacetan." pungkas Lisa. Memang luar biasa wanita ini, kata kawan-kawan media yang berada di samping Halojambinews. Cantik, luwes, ramah, namun rela mengais rupiah dalam dunia keras transportasi batubara yang didominasi oleh kaum pria. Bravo untukmu, Lisa. (Fri)