Kasubdit Penimbangan Dirjen Perhubungan Darat Kunker Ke UPPKB Muara Tembesi Halojambinews : Kasubdit Penimbangan Dirjen Perhubungan Darat, Eriza Putra,melaksanakan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Muara Tembesi, Kamis sore (08/06/2023).
Eriza yang didampingi rombongan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah V Jambi ini, saat sampai ke UPPKB Muara Tembesi ini, langsung memonitor proses penimbangan kendaraan bermotor serta memantau situasi dan kondisi bangunan yang sudah berusia 13 tahun ini.
Ketika dikonfirmasi Halo Jambi, Eriza mengatakan bahwa kedatangannya ini adalah rangkaian kunjungan kerja di beberapa tempat UPPKB di Jambi.
" Saya dan rombongan mengunjungi UPPKB Pelawan, Sarolangun, untuk memonitor perkembangan revitalisasi di sana yang harua selesai September 2023 nanti. Nah, di sini, saya memonitor giat operasinal sekaligus mendengar masukan-masukan yang nantinya akan diteruskan kepada pimpinan." Kata Eriza.
Dirinya berharap kepada seluruh petugas yang bekerja di UPPKB Muara Tembesi, agar supaya dapat bekerja sesuai SOP. " Saya berharap, bekerjalah sesuai SOP serta dapat menjaga stabilitas kesehatan, keselamatan serta keamanan." tandas Eriza.
Sementara itu, Kordinator Satuan Pelaksana UPPKB Muara Tembesi, Rahmad, menyampaikan bahwa dirinya menyampaikan beberapa poin kepada Kasubdit terkait UPPKB Muara Tembesi. " Dalam rapat tadi, kami menyampaikan beberapa hal kepada Kasubdit, salah satunya, tentang terkendalanya penyerahan lahan dan aset UPPKB Muara Tembesi, yang belum diserahkan ke Kemenhub oleh Pemkab Batang Hari" ucap Rahmad.
Di samping itu, dirinya juga memaparkan persoalan-persoalan lain, seperti sulitnya memerintahkan para pengemudi kendaraan bermotor bermuatan untuk masuk ke dalam timbangan. " Nah, dalam sesi memerintakan kendaraan bermotor bermuatan, yang peliknya, ketika mobil di depan masuk ke timbangan, yang belakang menerobos tanpa masuk timbangan. Perihal ini ditanggapi Kasubdit, dan menyarankan agar bekerja semampu yang ada dan sesuai kapasitas petugas." Paparnya lagi.
Terakhir, kata Rahmad, masalah tonase batubara. Banyak truk ketika ditimbang, sudah over tonase. " Ketika aturan ditegakkan dengan melakukan penilangan, banyak supir ribut dan tidak terima. Inilah yang kami alami ketika melaksanakan tugas." Pungkas Rahmad. (Fri)