JAMBI - Sejalan dengan keinginan Pemerintah Pusat yakni ‘Menuju Indonesia Merdeka Sinyal 2020’ dan sesuai dengan peraturan presiden (PP) nomor 131/2015 tentang penetapan daerah tertinggal 2015-2019, yakni Indonesia bebas blank spot atau bebas area yang tidak tersentuh sinyal komunikasi.
Sehingga pemerataan pemasangan Base Transceiver Station (BTS) hingga kepelosok kian digencarkan. Kini diketahui, pemerintah terus genjot penyelesaian palapa ring bagian Timur dan Barat Indonesia.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Dinas Komunikasi dan informatika (Kominfo) Provinsi Jambi tengah ajukan titik BTS baru diwilayah Jambi. Terbanyak diantaranya berada di Kabupaten Merangin.
"Kami mendapat laporan bahwa di Merangin 50 persennya blank spot," ujar Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Nurachmat Herlambang.
Menurutnya, harusnya Merangin tidak memperoleh pemasangan BTS. Namun, dikarenakan beberapa waktu lalu, presiden Jokowi datang langsung kesana dalam agenda mengunjungi Suku Anak Dalam (SAD), Alhasil Merangin memperoleh 5 BTS tambahan.
"Selebihnya sedang diajukan kembali. Dan hampir 100 BTS untuk Jambi dalam proses pengajuan ke pemerintah pusat," sampainya.
Nurachmat menjelaskan, ratusan tempat yang berada pada area blank spot lantaran ketiadaan tower BTS mengingat kondisi geografis wilayah yang umumnya berada dipelosok. "Jika mengharapkan pembangunan dari provaider sulit juga. Karena mereka lebih ke keuntungan ekonomis. Semisal penduduknya sedikit dan jaraknya jauh mereka nggak mau dirikan," terangnya.
Sedangkan untuk lahan pendirian sendiri, Nurachmat menyebut tanah-tanah yang ada milik Pemprov Jambi, seperti di taman bukit sari dapat didirikan BTS oleh mitratel melalui sewa tanah. "Tapi masalahnya hingga kini belum adanya ketentuan besaran sewa dari biro aset," tuturnya.
Kendati demikian, ia berharap, Provinsi Jambi menjadi salah satu wilayah yang bebas blank spot. "UU 23 tentang Pemerintah Daerah sangat jelas kewenangan ada di pusat. Sehingga, ini terus diupayakan. Agar daerah yang memiliki blank spot mendapatkan bantuan BTS," pungkasnya. (uya)