Upaya Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Melalui Peningkatan Pengetahuan Dan Gerakan Pendampingan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Di Wilayah Kerja Puskesmas Tangkit
Jambi-halojambi.id Remaja yang lebih sering mengalami anemia adalah remaja putri, karena dalam usia reproduksi setiap harinya memerlukan zat besi tiga kali lebih banyak dengan remaja putra. Salah satu penyebab anemia pada wanita adalah kehilangan darah saat menstruasi dan kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, misalnya zat besi, protein, asam folat dan B12. Pada saat menstruasi terjadi pembuangan zat besi setiap menjalani siklus menstruasi setiap bulan, sehingga remaja putri lebih rentan terhadap anemia.
Anemia dapat menyebabkan cepat lelah, konsentrasi belajar menurun sehingga prestasi belajar rendah dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Di samping itu juga menurunkan daya tahan tubuh sehingga berisiko infeksi. Prevalensi anemia yang tinggi dikalangan remaja jika tidak tertangani dengan baik akan berlanjut hingga dewasa dan berkontribusi besar terhadap angka kematian ibu, bayi lahir prematur, dan bayi dengan berat lahir rendah.
Permasalahan mitra adalah belum ada informasi data anemia dan status gizi berdasarkan IMT pada remaja putri di Desa Tangkit Baru. Belum ada penetapan kader “Cegah Anemia” sebagai pendamping remaja putri dalam mencegah anemia.
Solusi yang ditawarkan dalam mengatasi pemasalahan adalah: pembentukan kader “Cegah Anemia”, Pemeriksaan Status gizi (IMT), pemeriksaan kadar Hb, Edukasi pencegahan anemia.
Setelah dilakukan intervensi selama 10 minggu, adanya peningkatan pengetahuan, penurunan kejadian anemia. Persentasi anemia sebelum intervensi 18%, dengan rata-rata kadar Hb 12,9 gr/dl menurun menjadi 8%. IMT partisipan terjadi kenaikan terutama remaja putri dengan IMT kurus dimana terdapat 2 responden IMT nya menjadi normal.
Remaja putri dengan IMT berlebih atau obesitas terjadi penurunan IMT. Rata-rata kadar Hemoglobin juga meningkat sebesar 0,44 gr/dl setelah intervensi. Perubahan ini terjadi karena intervensi yang dilaksanakan terutama kepatuhan remaja putri mengkonsumsi TTD yang dimonitoring dan didampingi oleh kader kesehatan remaja putri.