JAMBI – Operasi Zebra 2025 di wilayah hukum Polda Jambi resmi berakhir pada 30 November 2025. Selama dua pekan pelaksanaan, Ditlantas Polda Jambi bersama jajaran Polres menunjukkan kinerja optimal dengan mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan tetap tegas dalam menindak pelanggaran.

Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat. “Dengan lebih dari 15.572 kegiatan preventif dan 31.960 materi edukasi yang kami sebar, komitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara telah dijalankan secara maksimal,” ujarnya dalam konferensi pers resmi.

Edukasi Jadi Poros Utama Operasi Zebra 2025

Pada tahun ini, Operasi Zebra Polda Jambi menitikberatkan pada langkah pre-emtif, terutama melalui program Polantas Menyapa. Sebanyak 1.242 kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) dilaksanakan menyasar masyarakat umum, komunitas kendaraan bermotor, pelajar, mahasiswa, hingga perusahaan.

Pendekatan ini diperkuat dengan penyebaran hampir 32 ribu item sosialisasi berupa brosur, spanduk, dan stiker yang disebar di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini dinilai efektif dalam mendorong budaya tertib berlalu lintas di ruang publik.

Penindakan Tetap Tegas dan Terukur

Meski edukasi menjadi prioritas, penegakan hukum tetap dilakukan secara proporsional. Selama operasi, tercatat 15.867 pelanggaran, di mana 15.789 di antaranya berupa teguran—menunjukkan orientasi pembinaan di lapangan.

Selain itu, penindakan berbasis teknologi melalui ETLE Statis mencatat 76 pelanggaran, menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat law enforcement yang transparan dan modern.

Polda Jambi juga melakukan 324 kegiatan antisipasi balap liar dan penertiban knalpot brong sebagai upaya mencegah potensi gangguan keamanan serta menekan risiko kecelakaan fatal.

40 Kasus Laka Lantas Ditangani, Jadi Fokus Intervensi Cepat

Selama operasi berlangsung, tercatat 40 kasus kecelakaan lalu lintas, dengan rincian korban meninggal dunia 7 orang, luka berat 5 orang, dan luka ringan 51 orang. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 140,4 juta.

Data ini kini menjadi bahan analisis Ditlantas Polda Jambi untuk menentukan titik rawan yang membutuhkan intervensi cepat, terutama menjelang Operasi Lilin 2025 dan pengamanan Tahun Baru 2026.

Respons Publik Positif

Operasi Zebra 2025 juga mendapat perhatian luas dari masyarakat. Tercatat 24.744 pantauan media yang didominasi sentimen netral dan positif, terutama pada konten edukasi keselamatan dan penertiban pelanggaran. Hal ini menunjukkan strategi komunikasi Ditlantas Polda Jambi berjalan efektif.

Lima Komitmen Utama Ditlantas Polda Jambi

Dalam penutup press rilis, Ditlantas Polda Jambi menegaskan lima komitmen lanjutan:

1. Mengoptimalkan kegiatan pre-emtif dan preventif secara berkelanjutan.

2. Memperkuat penegakan hukum berbasis ETLE di titik rawan pelanggaran.

3. Meningkatkan penindakan balap liar dan melindungi pejalan kaki.

4. Melakukan analisis cepat terhadap tren kecelakaan untuk intervensi wilayah.

5. Mengintensifkan publikasi positif dan edukatif di berbagai platform media.

Dengan capaian tersebut, Operasi Zebra 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat Kamseltibcar Lantas dan meningkatkan disiplin berlalu lintas di seluruh wilayah Jambi