MERANGIN — Video dugaan penanganan beras yang memperlihatkan beras tercecer, terinjak pekerja, serta aktivitas merokok di area kerja Bulog Kabupaten Merangin memunculkan pertanyaan serius mengenai standar kebersihan dan pengawasan pangan.
Ketua KOPRI PKC, Anisa, mendesak Bulog Kabupaten Merangin segera memberikan klarifikasi terbuka. Menurutnya, sebagai institusi yang memegang peran strategis dalam pengelolaan cadangan pangan nasional, Bulog tidak cukup hanya memastikan ketersediaan stok, tetapi juga wajib memastikan penanganan pangan dilakukan sesuai standar yang berlaku.
“Ini bukan sekadar persoalan beras tercecer atau perilaku pekerja. Ini menyangkut tanggung jawab pengelolaan pangan yang akan dikonsumsi masyarakat. Bulog harus menjelaskan bagaimana pengawasan dijalankan, apakah SOP benar-benar diterapkan, dan siapa yang bertanggung jawab atas kondisi yang terekam dalam video tersebut,” tegas Anisa. KOPRI PKC Jambi menegaskan, persoalan ini tidak boleh berhenti pada penjelasan normatif.
Bulog harus memberikan keterangan berbasis fakta mengenai kejadian tersebut. Jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran prosedur, evaluasi dan tindakan korektif harus dilakukan secara nyata.
“Publik berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Jika SOP dijalankan, buktikan melalui hasil pemeriksaan. Jika ditemukan pelanggaran, jangan berlindung di balik prosedur yang hanya tertulis di atas kertas. Tanggung jawab pengelolaan pangan harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Hingga berita ini diterbitkan, klarifikasi resmi dari Bulog Kabupaten Merangin masih dinantikan.(Les)