JAMBI - Meskipun buku online atau aplikasi I-Pustaka Jambi belum dilaunching secara resmi, namun Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jambi mengaku sudah bisa diakses oleh masyarakat melalui  Play Store. 

"Belum di launching secara resmi, tapi sudah bisa diunduh di play store dan digunakan masyarakat," ujar Syamsurizal, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jambi. 

Ia menyebutkan, untuk peluncuran resmi I-Pustaka Jambi sebenarnya baru akan dilakukan pada September 2019 ini berbarengan dengan hari kunjung perpustakaan nasional.

"InsyaAllah launching pada Hari Kunjungan Perpustakaan Nasional," sebut dia. 

Setelah itu, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jambi juga bakal menambah koleksi buku barunya. Ini penting untuk menjaga pelanggan agar tak ketinggalan zaman akan info baru, dan untuk menambah khazanah koleksi buku. 

Selain itu, kata Syamsurizal untuk anggaran buku online ini sudah direncanakan untuk tahun depan. "Buku baru nanti kita tambah, karena di Online kan lebih aman," ujarnya.

Ia menyampaikan untuk saat ini, setidaknya sudah ada 1666 koleksi di IPustaka Jambi. 

Sementara, untuk anggaran buku yang terdapat di perpustakaan nyata (fisik)  juga tak akan dikesampingkan. Untuk anggaran kedua jenis buku ini, Kadis belum bisa mengungkapkan dan belum bisa dirilis resmi. "Intinya anggarannya sama untuk digital dan dikantor perpustakaan,"tuturnya. 

Sementara terkait royalti buku Online dia menyebut secara patuh akan dibayar oleh pihaknya. Nantinya akan dibayarkan pada penerbit buku yang menjadi koleksi di I-Pustaka Jambi. 

"Tentu akan kita bayar hak ciptanya ke penerbit semua nanti," jelasnya. 

Syamsurizal menambahkan pihaknya juga terus meningkatan layanan perpustakaan untuk peningkatan kunjungan ke perpustakaaan.

 “Per tahun, 90 ribu lebih pengunjung, termasuk kegiatan rotasi buku, seperti 1.000 buku ke LP Provinsi Jambi,” ucap Syamsurizal.

Untuk tahun kemarin (2018) dia, pihaknya juga banyak memberikan buku-buku ke perpustakaan-perpustakaan desa. 

"Selain itu untuk perpustakaan Provinsi Jambi, peling sedikit pengunjung per hari 360 orang, karena daya tampung gedung dan kondisi perpustakaan di Jambi," tutupnya. (uya)