Batanghari - Salah satu oknum pihak Tanoto Fondation menghalang-halangi sejumlah wartawan Batanghari untuk melakukan peliputan dalam sesi tanya jawab Menpora dengan siswa-siswi di perpustakaan SDN 163/1 Bulian Jaya Maro Sebo Ilir. Oknum tersebut melakukan blokade di depan pintu dan melarang wartawan mengambil gambar dengan alasan, protokoler.  

Karena kesal, seusai Menpora selesai tanya jawab dengan siswa, kemudian oknum Tanoto Fondation tersebut ditemui wartawan untuk konfirmasi tentang protokoler yang diterapkan pihak Tanoto Fondation tersebut. 

Karena tidak mampu menjawab pertanyaan dari beberapa wartawan tentang alasan penghalangan peliputan dalam perpustakaan tersebut, kemudian oknum tersebut berusaha beranjak pergi. Karena tidak puas, kemudian para wartawan terus berusaha mengejar oknum tersebut dan mencecar dengan pertanyaan alasan pasti tindakan yang dianggap mengangkangi kebebasan pers teraebut. 

Walaupun di dampingi oleh beberapa angota Tanoto Fondation, dan tidak bisa menjawab sesuai keinginan wartawan yang kudu tersinggung dengan sikap oknum tersebut, maka para wartawan meninggalkan mereka dengan wajah kesal. 

Pihak perwakilan Tanoto Foundation Batanghari, Yuda beralasan dalam acara tersebut sudah membawa humas sendiri dalam peliputan peliputan.

"Kami sudah membawa Humas sendiri dalam peliputan kegiatan tersebut tanpa membawa lembaga lain," terang Yuda. 

Terkait pelarangan liputan tersebut, kata Yuda, pihaknya meminta maaf kepada seluruh rekan media yang meliput kegiatan Bupati yang mendampingi Menpora tersebut.

"Kami meminta maaf terkait hal tersebut dan akan segera melakukan mediasi dengan rekan-rekan media," tandasnya.

Namun pihak wartawan Batanghari baik cetak maupun online, tetap akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. (Fri)