HALOJAMBI.ID - Apabila kita melihat serta mendengar alunan anak-anak sedang belajar membaca Alqur'an, sehabis waktu Maghrib, baik itu di Mesjid, Musholla, Langgar, maupun di rumah-rumah di bawah bimbingan seorang guru, itulah giat Pengajian Antar Maghrib dan Isya (PAMI) yang diterapkan Pemkab Batanghari sejak 2007 nan silam. Yang membimbing anak-anak belajar membaca Alqur'an disebut Guru PAMI.
Di 112 desa dan kelurahan Se Kabupaten Batanghari, jumlah guru PAMI tersebut semuanya 2629 orang. Para guru yang mengajarkan anak-anak supaya mampu membaca Alqur'an tersebut, tidaklah digaji. Namun pemerintah memberikan penghargaan kepada mereka 200 ribu perbulannya.
Hal ini dikatakan oleh Kabag Kesra Setda Batanghari, Syukri, kepada Halojambinews, Jumat kemaren (16/08/2019) di ruang kerjanya.
" Memang benar. Kami tidak memberikan gaji, namun memberikan penghargaan kepada guru PAMI sebanyak 200 ribu perbulan untuk mengajar anak-anak mengaji 30 menit" kata Syukri.
Para guru tersebut, ada yang menjadikan rumahnya sendiri untuk tempat belajar Alqur'an dan jumlah anak-anak yang belajar, beragam. Juga ada yang diminta pihak Mesjid, Musholla ataupun Langgar, untuk mengajarkan anak-anak tersebut. Malahan ada yang khusus dipanggil oleh orang tua lain, untuk mengajarkan anaknya mengaji.
" Bagi guru PAMI yang meluangkan waktu untuk bisa menjadikan anak-anak bisa baca Alqur'an, adalah pekerjaan mulia. Semoga diridhoi dan mendapatkan pahala dari Allah SWT." tandas Syukri. (Fri)
2629 Guru Ajarkan Anak Mengaji
- Antara Maghrib dan Isya