Jambi - Ratusan Mahasiswa Unja dan Walhi Jambi yang mengatasnamakan dirinya Aliansi peduli Karhutla dan Kabut Asap Jambi mengeruduk kantor Gubernur Jambi, Selasa (17/9/19).
Kedatangan mereka ke kantor Gubernur Jambi menuntut kepada pemerintah Provinsi Jambi, yang pertama mendesak Gubernur Jambi untuk segera memonitoring dan evaluasi kepada perusahaan-perusahaan dalam upaya melaksanakan penanggulangan bencana kebakaran, terkait dengan kewajiban perusahaan yang harus dimiliki sarana dan prasarana memadai untuk mencegah adanya kebakaran.
Kedua, mendesak Gubernur Jambi untuk merekomendasi kepada pihak berwenang untuk memberikan sanksi administratif kepada perusahaan yang wilayah konsesinya terbakar.
Mendesak gubernur Jambi untuk serius menangani masalah Karhutla dalam hal penanganan pasca kebakaran (Penyediaan fasikitas kesehatan, rumah aman dan lain sebagainya) diwilayah terdampak kabut asap.
Dalam orasinya, Rifki menyampaikan bahwa musibah kabut asap yang di Jambi merupakan kelalaian dan ketidak tegasan pemerintah dalam menanggulangi Karhutla.
"Ini adalah lalaian pemerintah, ini ketidak tegasan oleh pemerintah, menyatakan dengan ini menyuarakan, ini menyatukan langkah untuk masyarakat Jambi," ujar Ahmad Rifki saat menyampaikan orasi, Selasa (17/9/19).
Hingga saat ini, para mahasiswa masih melakukan aksi di Kantor Gunernur Jambi. (*)