JAMBI - Gubernur Jambi Fachrori Umar menemui mahasiswa di halaman depan kantor Gubernur Jambi untuk menyatakan sikap terhadap aksi dan tuntutan mahasiswa tersebut. Selasa (24/9/2019) sore.
Namun menariknya, sebelum menyatakan sikap di tengah situasi yang memanas, Fachrori sempat menyampaikan beberapa pantun kepada mahasiswa.
Hal ini membuat mahasiswa kembali meminta agar Gubernur tak bertele-tele dan menyatakan sikap untuk menolak RUU yang tengah dibahas RUU.
Fachrori juga menyampaikan permohonan maaf karena terlambat menemui mahasiswa. "Tadi saya meninjau karhutla dengam kepala BNPB," ujar Fachrori.
Di bawah rintikan hujan, Fachrori menyatakan sikap dengan menyetujui untuk menolak RUU. Ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan.
Adapun beberapa pernyataan sikap yang dibacakan Gubernur Jambi dan mahasiswa yakni:
1. Tangkap dan Adili perusahaan pembakaran hutan serta menuntut perusahaan tersebut bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan nya.
2. Menuntut negara mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia.
3.Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat reforma agraria.
4. Menolak terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP.
5. mendesak pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual.
6. Menolak pasal problematis di dalam RUU Ketenagakerjaan.
7. Mendesak pemerintah untuk mencabut draf UU KPK yang telah disahkan.
8. Mendesak Gubernur Jambi dan DPRD Jambi menyatakan sikap serupa untuk menolak RUU yang bermasalah. (*/uya)