Batanghari - Bercocok tanam ala Hidroponik, sekarang ini sudah banyak digemari oleh masyarat, termasuk di Provinsi Jambi. Pola cocok tanam tidak memerlukan tanah dan lahan yang luas, malahan di pekarangan rumah yang sempit, bisa dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan bercocok tanam hidroponik tidak memakai media tanah, melainkan air. Diketahui, awalnya hanya sebagai hobi dan memenuhi kebutuhan rumah tangga, sampai ke tingkat yang levelnya bisnis.

Hal ini disampaikan Admin Komunitas Hidroponik Jambi, Kismanto, di hadapan puluhan masyarakat Batanghari penggemar hidroponik, Sabtu kemaren (05/01/2019) dalam acara Pengenalan Awal Sistem Bercocok Tanam Hidroponik di Agrowisata Buah Naga, Kampung Tengah Desa Sungai Buluh Muara Bulian.

Selaku nara sumber, Kismanto memperkenalkan bahan-bahan dasar media hidroponik, mulai dari spon, gelas dan botol air mineral sampai ke media berbahan dasar pipa serta nutrisi penunjang tanaman.

" Kalau hanya sekedar hobi maupun memenuhi kebutuhan sayur segar tanpa pestisida, kita bisa memakai pola media seperti kemasan gelas platik serta botol air mineral. Biaya yang dikeluarkan sangat murah " kata Kismanto.

Adapun mau beranjak ke level skala besar, seperti memakai pipa paralon serta rangka baja ringan dan atap, akan dibutuhkan biaya yang cukup besar. Namun, Kismanto beserta jaringannya seperti Hidroponik Family Jambi, akan siap membantu masyarakat Batanghari yang ingin masuk ke level tersebut.

" Untuk level tinggi, baik input pola penamanam skala besar, penjualan serta pemasarannya, kami siap membantu. Apalagi kami sudah mempunyai pasar sendiri, seperti di Trona dan Jamtos" terangnya.

Diakuinya, permintaan pasar sangat tinggi dan perlu pasokan yang lebih besar. Oleh karena itulah Kismanto menginginkan masyarakat Batanghari ikut serta penjadi pemasok sayuran hodroponik untuk memenuhi kebutuhan pasar Jambi.

" Kepada masyarakat Batanghari, mari kita bercocok tanam hidroponik, di samping untuk keluarga juga bisa meningkatkan penghasilan yang signifikan" himbau Kismanto lagi.

Sementara itu, Owner Agrowisata Buah Naga, H. Sudarto, sangat mengharapkan animo masyarakat Batanghari akan pengenalan tanaman hidroponik ini, dapat memberikan konstribusi yang baik dan menguntungkan bagi masyarakat yang hadir.

" Semoga pengenalan tahap awal ini, mampu berkontribusi bagi masyarakat terhadap bercocok tanam hidroponik." sebut Sudarto yang kerap disapa dengan Haji Hendro ini. (Fri)