SAROLANGUN-Proyek akhir tahun memoles tembok atau mengecat tembok dinas damkar yang dianggarkan berkisar 20 juta rupiah menuai kontrofersi.
Pekerjaan itu disoal Karena tidak transparan dengan tidak memiliki papan merk .Hal itu memicu terjadinya penyimpangan anggaran yang kucurkan.
Pekerjaan mengecat dinding dinas damkar yang dikerjakan telah memasuki empat hari kerja masih menyimpan tanda tanya, bahkan sebahagian menilai pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan proyek siluman.Kamis (28/11)
Selain tidak ada ketransparanan anggaran dalam pekerjaan diduga pemenang proyek ini melakukan pengurangan skala cat dan yang digunakan merupakan cat yang tidak berkwalitas.
Hingga berita ini naik sampai saat ini belum ada yang bisa dimintai keterangan, sementara salah satu anggota damkar yang tidak ingin diketahui identitasnya sendiri tidak mengetahui siapa yang mengerjakanya dan berapa anggaranya, dia hanya tahu kalau damkar di cat dindingya.
"Sayo dak tau bg kami taunyo ado yang ngecet tulah soal punyo siapo dak tau bang" jelas anggota damkar"
"Tapi seingat saya yang mengerjakannya masih orang Jurnalis bang"tambahnya.
Terpisah Kasubag Damkar Nursidik saat dijumpai di rumah nya mengatakan Kalau pekerjaan itu yang melaksanakan hanya PPTK nya."Kalau saya hanya bagian keuangan anggaran pengeluarannya aja,"jelasnya.
Untuk anggaranya berkisar 60 juta dengan tiga daerah perawatannya kantor Damkarnya."Perkecamatan 20 juta yang di singkut, Limun dan Sarolangun, Itu aja yang ku tau."Tambah Nur.(Gun)