JAMBI - Infrastruktur berskala besar seperti pelabuhan , kereta api dan bandara masih diusahakan optimal di Provinsi Jambi. 

Memang yang baru kelihatan baru Bandar udara Sultan Thaha Jambi yang sudah berdiri dan sedang dilakukan pengembangan berupa perluasan ruang tunggu dan perubahan ukuran landasan pesawat. 

Sedangkan, pelabuhan ujung jabung masih diusahakan pembangunannya oleh pusat dan Provinsi Jambi dan untuk kereta api lintasan nasional dan daerahnya sendiri baru rata-rata melewati tahapan uji kelayakan saja.

Varial Adhi Putra, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi menyampaikan untuk investasi di pelabuhan ujung jabung setidaknya sudah mencapai angka Rp200 miliar lebih. 

Untuk realisasainya sendiri Varial menyebut memang sudah ada beberapa yang terealisasi seperti pengerjaan turap disisi pinggir, kemudian timbunan dan trestle sudah dibangun tapi belum selesai secara keseluruhan. 

“Yang penting juga adalah kita harus membangun secara simultan dan prasarana (jalan, red) juga harus disiapkan menuju sana,” ujarnya. Jum'at (11/1/2019) kemarin. 

Bahkan untuk 2018 sendiri Varial mengakui anggaran pengerjaan pelabuhan tersebut memang belum dikucurkan pemerintah, alias pengerjaan pada 2018 tertunda. 

Pada tahun 2018 ini sendiri sebenarnya dialokasikan anggaran sebesar Rp38 miliar yang direncanakan untuk pekerjaan Pelabuhan CPO, pengadaan dan pemancangan end tower dan platform, pengadaan dan pemancangan middle tower serta pengadaan dan pemancangan breasthingdolphin. 

Namun pekerjaan itu tidak dapat dilaksanakan dikarenakan sampai saat ini status penganggarannya masih bertanda bintang.

Dijelaskan Varial artinya ada pengupayaan akan disalurkan pada tahun 2019 mendatang. Namun Varial menyebut tekait pencairan dana ini pihaknya belum dikabari Kementerian Perhubungan RI. 

“Belum dapat info pasti anggarannnya berapa jadinya, apa yang kita buat lalu belum dikonfirmasi lagi, dalam waktu dekat akan kita tanyakan langsung ke pusat pengembangan pelabuhan ujung jabung,” sampainya.

Sementara untuk pembangunan kereta api di Provinsi Jambi Varial menyebut belum juga akan dipastikan proses pembangunannnya di Jambi pada tahun 2019 baik secara nasional maupun regional. Ini kata Varial menyangkut ada anggaran rel kereta api yang di pending dari pusat. 

Walaupun begitu untuk studi pengkajian Varial menyebut pihaknya tetap melakukan tugas kajian tersebut. “Seperti FS (Uji kelaikan, red) , studi tindakan pengadaan tanah (Larap), sudah dilaksanakan pihaknya,” sampainya.

Untuk pengujian ini sendiri kata Varial tampak pada sudah dilakukannya FS hingga Amdal di jalur regional Bungo- Kota Jambi, walaupun yang baru sudah terealisasi adalah AMDAL tahap satu dalam trase Bugo ke Tebo. Setidaknya dari penelurusan ini pihak Dishub Provinsi Jambi mnggelontorkan dana Rp400 Juta rupiah. 

“Akan kita upayakan terus dikementerian khususunya, di dirjen perkertapaian, mengingat kebutuhan kereta apai di Sumatera khususnya jambi sudah tidak bisa ditawar lagi ,” paparnya.

Varial mencontohkan ini sangat terlihat pada angkutan barang dan orang begitu banyak dan besar. “Harapannya dengan Kereta Api, dapat terealisasi di provinsi Jambi akan dampak positif ,” ujarnya.

Sementara untuk di pembangunan rel kereta api di tingkat nasional Varial menyebut belum mendapatkan informasi pasti. Namun untuk yang pasti melirik pembangunan kereta api di Palembang sendiri Varial menyebut memang sudah siap , dan harusnya tiga provinsi sebellumnya yang direncanakan mempunyai rel kereta api yakni Jambi, seumatera selatan dan dan riau harusnya juga sudah siap menunjang rencana ini.

"Sebelumnya kan rencananya Palembang-Betung-Jambi-Riau yang akan dilintasi, namun selanjutnya apakah akanteralokasi atau belum kita belum dapat info pasti,” tandasnya. (uya)