SAROLANGUN - Warga Sri Pelayang, kelurahan Sarolangun Kembang, kecamatan Sarolangun dihebohkan dengan penolakan ratusan pekerja jaringan gas rumah tangga asal jawa, Jumat (17/04/2020)

Pekerja jaringan gas rumah tangga tersebut sudah mendapat izin dari pemerintah kabupaten Sarolangun, disaat kedatangan ratusan pekerja di hadiri Sekretaris daerah Endang Abdul Naser.

Penolakan warga tersebut berdasarkan suasana saat musibah covid-19 yang melanda, warga sri pelayang khawatir keberadaan ratusan pekerja asal pulau jawa tersebut.

Saat bermediasi warga sri pelayang dengan perusahaan penanggung jawab penggalian jaringan gas rumah tangga yang dihadiri Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas serta Lurah Sarkam tidak membuahkan hasil.

Warga tetap bersikeras pekerja asal jawa ini untuk meninggalkan kampungnya, apabila pemerintah dapat menjamin kesehatan pekerja tersebut, warga persilahkan pemerintah mempasilitasi tempat tinggal di pasilitas pemerintah, namun warga menolak untuk tinggal di sri pelayang disaat kegaduhan pandemik wabah Corona masih berlangsung.

Dalam pertemuan mediasi di sebuah warung sri pelayang sempat adu argumen dan saling mengklaim merasa benar sehingga hampir terjadi keributan. Namun dapat diredakan hingga warga tidak mau menunggu lama dan meminta agar perusahaan penanggung jawab pekerja jaringan gas rumah tangga tersebut.

Manajer pemasangan gas rumah tangga Hidayat belum bisa mengambil keputusan dan masih akan melakukan pertemuan bersama pemerintah kabupaten Sarolangun.

Selain itu, Iyan Ardi atas nama warga sri pelayang sungai belati kelurahan gunung kembang, kecamatan Sarolangun mengatakan "Tidak ada alasan untuk tidak pindah dari tempat ini, untuk suasana saat ini warga akan menolak kedatangan ratusan warga pulau jawa untuk bekerja jaringan gas rumah tangga demi menjaga kestabilan penyebaran wabah virus corona, "Tandasnya.(Gun)